Author : Toni Ramadhani
JARAI, LhL – Kantor Unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jarai berkomitmen penuh untuk melakukan transformasi total dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah ini diambil guna memastikan stimulus modal usaha dari pemerintah tersebut jatuh ke tangan yang tepat, sekaligus menutup rapat celah praktik kecurangan, pungutan liar (pungli), maupun manipulasi oleh pihak ketiga.
Kepala BRI Unit Jarai, Muhammad Iqbal menegaskan bahwa proses pengajuan KUR di BRI Unit Jarai kini dirancang dengan sistem yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel demi mendorong kebangkitan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Jarai dan sekitarnya. Akses Langsung Tanpa Calo dan Bebas Pungli. Sebagai bentuk evaluasi dan pembenahan internal, BRI Unit Jarai memberlakukan pengawasan ketat terhadap rantai birokrasi pengajuan kredit. Masyarakat diimbau untuk datang langsung ke kantor unit atau mengakses kanal digital resmi tanpa melibatkan perantara.
“Kami ingin memastikan bahwa KUR adalah hak murni para pelaku usaha. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang. Oleh karena itu, kami menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pungli atau penggunaan identitas fiktif. Prosesnya kini wajib dilakukan secara transparan antara bank dan nasabah langsung,” ujar Muhammad Iqbal dalam keterangan resminya. Selasa (26/05/2026).
Melalui komitmen ini, setiap tahapan pengajuan mulai dari penyerahan berkas, survei lapangan, hingga pencairan dana akan dipantau secara berlapis oleh sistem audit internal perbankan.
Untuk mempermudah masyarakat, BRI Unit Jarai juga memaksimalkan penggunaan teknologi digital dalam memproses kredit. Pemanfaatan sistem ini memangkas waktu tunggu yang selama ini dikeluhkan sering menjadi celah bagi oknum luar untuk menawarkan jasa perantara. Keunggulan sistem baru penyaluran KUR di BRI Unit Jarai meliputi.
– Pengajuan Mandiri. Nasabah dapat berkonsultasi langsung ke petugas informasi (Customer Service) resmi di kantor tanpa biaya administrasi terselubung.
– Transparansi Status. Setiap perkembangan pengajuan kredit diinformasikan secara jelas kepada calon debitur.
– Keamanan Data. Dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) dijamin aman dalam sistem dan diverifikasi ketat untuk mencegah penyalahgunaan identitas.
Dengan penyaluran KUR yang sehat dan tepat sasaran, sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan lokal diharapkan dapat berkembang lebih pesat. BRI Unit Jarai juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawal jalannya pelayanan ini. Jika warga menemukan adanya indikasi kecurangan atau oknum yang meminta imbalan dalam proses KUR, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya melalui saluran pengaduan resmi agar dapat langsung ditindak tegas secara hukum.
Lahat Hotline





