Home / LAHAT METROPOLIS / Kecamatan Kota Lahat / RSUD LAHAT HANYA MILIKI 1 UNIT KURSI RODA REOT

RSUD LAHAT HANYA MILIKI 1 UNIT KURSI RODA REOT

LAHAT, LhL – Sungguh suatu cerita yang sangat tak masuk akan dan menyedihkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat yang di biayai Miliaran rupiah oleh APBD Kabupaten Lahat, ternyata pasien harus menahan rasa sakit dan pilu terlebih dahulu saat masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD yang kelihatan megah tersebut.

pasien1

Pasalnya, pagi ini sekira jam 04:30 dinihari Minggu (12/6). Ketika seorang pasien bernama Asliman alias Buyung, yang juga seorang Ketua RT di Jl. Kehutanan III, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Kota Lahat, merasa kecewa dengan kondisi RSUD Lahat. Betapa tidak, pasien yang tengah mengidap sakit Ulu Hati ini harus menunggu lama, karena kursi roda yang seyogyanya digunakan untuk mengevakuasi pasien hanya ada satu unit, dan dinilai keluarga pasien sudah tidak layak untuk dipakai lagi. “Makmano nak biso cepat kerjonyo, kursi rodanyo bae Cuma ado sikok. Dak katek ban lagi, masak RSUD sebesak ini kursi rodanyo pake ban besi..?” cetus Wan,seorang kerabat Buyung, saat ikut mengantar ke IGD RSUD Lahat.

Baca Juga  Wakapolres Lahat : Semoga Lancar dan Berhasil Jadi Pemenang

Menurut Wan, jika memang kondisi fasilitas di RSUD Lahat seperti ini. Lalu apakah kita sebagai masyarakat lahat tidak ikut merasa malu. Apalagi ketika ada pasien dari luar daerah atau pejabat daerah lain yang seketika mau berobat di RSUD Lahat ini. Sebagai kerabat pasien dirinya benar benar kecewa dengan keadaan ini. “Coba bayangke, dari IGD ini menuju ke ruang paviliun itu cukup lumayan jauh. Nah kalo dorong pasiennyo hanya mengandalkan 1 kursi roda yang dak katek ban dan reot ini, cakmano nasib pasien..?. Ibarat kato, gerobak buruk sapi gile”, imbuhnya, dengan nada bertanya.

Padahal, nilai Wan. Harga satu unit kursi roda itu Cuma 1 juta rupiah. Sementara belakangan ini semua masyarakat tahu, jika kesehatan itu di prioritaskan oleh pemerintah daerah. Parahnya lagi menurut Wan, alat penghubung antara IGD ke VIP itu tidak ada, dan pasien harus mencari ruangan sendiri. “Itu artinya, rumah sakit itu tidak mungkin tidak mampu beli 1 kursi roda. Sebab pemerintah sudah menganggarkannya”, uangkap dia, lagi.

Baca Juga  BUPATI LAHAT PAPARKAN VISI MISI DI HADAPAN DPRD

Guna mengkonfirmasi akan keluhan pasien ini, LhL berupaya terus menghubungi dr. Laila Cholik selaku Direktur di RSUD Lahat melalui Handphonenya. Namun setelah beberapa kali di telephon, dr Laila tidak mau mengangkat. Bahkan LhL mencoba mencari jawaban melalui pesan singkat, terkait hal tersebut. Namun, lagi lagi tidak ada balasan setelah 3 kali di SMS.

Penasaran, LhL kemudian memberanikan diri untuk menghubungi Sekretaris Daerah (Sekda) Lahat, Nasrun Aswari, SE, MM. Alhasil sekali saja di hubungi via WhatsApp, Nasrun langsung merespon. “Terima kasih telah mengingatkan kami, kita akan lakukan inspeksi mendadak (Sidak) di waktu yang tidak tentu”, jawabnya singkat.

Photo    : (Sumber Info)

Naskah : (UJANG)

Check Also

Maridi, Tokoh Masyarakat Wanaraya Nyatakan Dukungan pada Cabup Lahat Yulius Maulana

Author : Ujang LAHAT, LhL – Maridi (69) Tokoh Masyarakat (Tomas) sekaligus ayah dari Santo …

SMM Panel

APK

Jasa SEO