banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov mei
iklan ut1
Home / LAHAT / Kecamatan Mulak Ulu / “REWANG ATAU NYANTUN” TRADISI ADAT HARUS DIPERTAHANKAN

“REWANG ATAU NYANTUN” TRADISI ADAT HARUS DIPERTAHANKAN

Author : Ivi Hamzah

MULAK ULU, LhL – Rewang atau Nyantun merupakan dua kata yang memiliki satu arti, yaitu mengunjungi sanak saudara atau tetangga yang hendak melakukan hajatan. Biasanya budaya ini selalu diwarnai dengan membawa bekal seperti beras, kelapa, gula, dan ayam untuk diserahkan pada yang punya hajat, inilah artian dari pada Rewang atau Nyantun.

Setiap musim hajat atau bahasa dari daerah bumi seganti setungguan Lahat Bekagok’an. Ahli hajat mengundang adik sanak untuk menghadiri hajatannya pada hari yang telah di tetapkan. Sebelum hari (H) jadinya hajat inilah tradisi Rewang atau Nyantun itu berlaku.

Terpantau hari ini sabtu (13/10/17) awak media menelusuri langsung tentang tradisi Rewang atau Nyantun tersebut, di tempat hajat bapak Sudin, warga Desa Pengentaan, Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat.

Dijelaskan oleh Sudin, bahwa Rewang atau Nyantun ini sebutan bahasa sekarang, kalau dulu dengan sebutan bahasa daerahnya Ninjau. Ninjau dalam istilah daerah Mulak yang artinya berkunjung ke tempat saudara yang punya hajat, untuk ikut meramaikan.

Baca Juga  PUSKESMAS MULAK ULU BANTU PENGOBATAN KAKI GAJAH SECARA GRATIS

“Nyantun itu adek sanak kite isan di jauh datang ketempat kite, ade ye mbatak ayam, niow, behas, gule dan lainnye, sebagai tande adek sanak ikut memeriahkan acara hajat kite ini. Boleh dikateka sistem arisan, nanti sebaliknye kite yang nyantun,” jelas Sudin pada awak media, dengan logat daerahnya.

Selanjutnya, masih kata Sudin, bawean adek sanak tadi kite sambut dan dikumpulkan, ape bile adek sanak ngelipat balek, tempat santunan tadi kite isi dengan potongan ayam, sebagai tande ucapan kite,” tambahnya.

Cerita senada juga disampaikan oleh Parisal, bahwa tradisi Rewang atau Nyantun ini boleh di bilang baru, karena alat transfortasi sekarang sudah lancar, makanya Rewang atau Nyantun ini tumbuh. Dulu istilahnya berkunjung (Ninjau) ke tempat saudara yang punya hajat di desa lain, harus jauh jauh hari sudah berangkat dan bermalam, karena masih jalan kaki atau belum ada kendaraan secara ramai sekarang ini.

“Rewang atau Nyantun ini istilah sekarang, kalau dulu namanya Ninjau tempat bertemu dengan adek sanak yang lain desa atau dari jauh di tempat yang punya hajat,” jelas ketua forum Kades Mulak Ulu ini.

Baca Juga  PENYERAHAN BLT-DD TAHAP DUA DESA KARANG LEBAK DISAKSIKAN FORKOPIMCAM MULAK ULU

Diteruskan oleh Paris, sapaan akrabnya, yang datang dari desa lain disambut adik sanak dengan istilah Pantauan atau diajak untuk datang dan makan kerumahnya, menandakan bahwa itu masih ada hubungan keluarga dengan sohibul hajat.

“Pada umumnya saat seperti ini dilakukan sambil cerita tentang silsilah atau asal muasal kita masih keluarga, dan adat tradisi ini harus dipertahankan untuk menjalin talisilaturahmi antar keluarga,” tukasnya.

Awak media coba konfirmasi langsung pada Era, yang berasal dari Desa Air Puar, Kecamatan Mulak Ulu, sambil menenteng satu ekor ayam dan baskom beras untuk diserahkan pada keluarga Sudin, menuturkan bahwa ia (Era) pas hari jadinya besok tidak bisa datang. Makanya ia datang hari ini, karena besok ada kerjaan lain.

“Kami sahini nyantun, karne kami pas hari jadinye dide tau datang, yang penting la betemu gale dengan adek sanak di sini,” pungkasnya.

Editor : Zadi

Check Also

Desa Lesung Batu Menjadi Tuan Rumah Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Author : Ivi Hamzah MULAK ULU, LhL – Bertempat di kebun buah Cukoh Simpow Desa …

SMM Panel

APK

Jasa SEO