Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Home / BERITA NASIONAL / Soroti Tekanan Fiskal Daerah, Bursah Zarnubi Tekankan Perlunya Solusi Pembiayaan PPPK

Soroti Tekanan Fiskal Daerah, Bursah Zarnubi Tekankan Perlunya Solusi Pembiayaan PPPK

Author : Yoki SMSI Lahat

JAKARTA, LhL – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) melakukan audiensi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, di Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Pertemuan tersebut membahas tantangan implementasi reformasi birokrasi, khususnya terkait penataan tenaga non-ASN dan dampaknya terhadap fiskal daerah.

Ketua Umum Apkasi yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah kabupaten pada prinsipnya mendukung penuh agenda reformasi birokrasi nasional, termasuk kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun ia menyoroti adanya konsekuensi fiskal yang cukup berat bagi daerah.

“Banyak daerah menghadapi tekanan fiskal yang cukup berat akibat meningkatnya belanja pegawai, sementara kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik harus tetap berjalan. Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah semakin terbatas, terutama bagi kabupaten dengan kapasitas keuangan rendah,” ujar Bursah.

Baca Juga  Calon Kades dari 17 Desa di Kecamatan Pajar Bulan Cabut Nomor Urut dan Paparkan Visi Misi

Ia menambahkan, diperlukan langkah koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan skema pembiayaan PPPK tidak sepenuhnya membebani pemerintah daerah. Menurutnya, tanpa skema yang adaptif, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat.

Selain isu fiskal, Apkasi juga menyoroti perlunya fleksibilitas kewenangan kepala daerah sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), terutama dalam proses mutasi, rotasi, dan pengisian jabatan strategis. Proses birokrasi yang dinilai masih panjang dianggap dapat menghambat kecepatan pelayanan publik di daerah.

Baca Juga  Sekda Sumsel Buka Paparan Calon Juara Lomba Desa dan Kelurahan

Menanggapi hal tersebut, Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan apresiasi atas masukan dari Apkasi. Ia menegaskan pemerintah akan mencari solusi yang mempertimbangkan keseimbangan antara standar nasional reformasi birokrasi dan kondisi nyata di daerah.

“Kami memahami apa yang dirasakan para bupati di lapangan. Pemerintah berkomitmen mencari solusi terbaik dengan mempertimbangkan kapasitas kelembagaan dan fiskal daerah,” ujarnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah anggota Apkasi, di antaranya Bupati Bandung Dadang Supriatna, Bupati Musi Rawas Utara Devi Suhartoni, dan Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif, serta Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang.

Editor : RON

Check Also

BBHR dan BMI DPC PDIP Kabupaten Lahat Resmi Terbentuk

Author : Jang LAHAT, LhL – Sebagai partai besar dan pemenang pemilu 2024 sudah sepatutnya …

SMM Panel

APK

Jasa SEO