banner owner
utl
iklan
iklan ut
hd
iklan ut1
Home / LAHAT / Kecamatan Suka Merindu / KOPTAN DESA TANJUNG AGUNG TERUS PRODUKSI PUPUK ORGANIK

KOPTAN DESA TANJUNG AGUNG TERUS PRODUKSI PUPUK ORGANIK

SUKAMERINDU, LhL – ‎Kelompok Tani (Koptan) Maju A yang telah berhasil melakukan pembuatan dan pengelolaan pupuk organik. Bahkan, kemandirian kelompok tani yang bermarkas di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Sukamerindu, sudah menghasilkan, karena hasil produksi saat ini sudah bisa dijual. 

“Ini patut dicontoh oleh kelompok tani lain. Karena selain menguntungkan juga bisa mengurangi pengeluaran,” ungkap Kepala Dinas TPH, Ir H Hapit Fadli MM, Senin (7/11).

Pihaknya sendiri, sambung dia, terus mendorong dan memberikan bantuan kepada kelompok tani yang membuat pupuk organik salah satunya pembinaan dan penyuluhan. kelompok tani tidak perlu takut untuk mencoba.  “Kita bangga karena kelompok tani di Lahat terus ingin belajar dan punya keinginan untuk maju,” jelas H Hapit.  

Baca Juga  Bersama Tim Kecamatan Sukamerindu, Pemdes Rambai Kaca Gelar Monev Administrasi Tahun 2022

Sementara itu, Ketua Koptan Maju A, Hartani menyebutkan, berawal dari coba-coba dan dorongan dari Pemda Lahat, Koptan Maju A berhasil mengembangkan produksi pupuk organik. Bahkan pengelolaan yang awalnya untuk kebutuhan bertani kelompok kini sudah dipasarkan di beberapa kecamatan seperti kecamatan Mulak Ulu, Kota Agung bahkan ke Kota Pagaralam. Menurutnya pupuk yang dibuat sangat membantu baik dari sisi penggunaan padi maupun efesiensi modal. Dijelaskanya, satu sak biasa pihaknya jual Rp 50 ribu.

“Ya selain mencukupi kebutuhan kelompok tani untuk meningkatkan pendapatan kelompok kita jual. Persaknya Rp 50 ribu kalau anter kelokasi namun kalau pembelinya datang sendiri atau datang ke pabrik dijual Rp 37 ribu per sak,” ungkap Hartani.

Baca Juga  Desa Rambai Kaca lakukan Titik Nol pembangunan Jalan Usaha Tani

Hartani menuturkan, pabrik pengolahan pupuk ini dalam sehari mampu memproduksi 5 ton. Harga jual tersebut masih terbilang murah meski tanpa subsidi pemerintah. Bahkan, kata Hartani, para petani yang menggunakan pupuk ini mengakui kualitas pupuk organik tersebut.

“Bahan baku berupa kotoran sapi, kambing, ayam dibeli murah dari masyarakat sekitar. Untuk menambah kualitasnya, bahan tadi ditambah serbuk kayu bekas serpihan papan keranjang tomat,” tandasnya.

Photo/Naskah : (BENS)

Editor                  : (UJANG, SP)

Check Also

Koperasi Merah Putih Desa Guru Agung Resmi Dibentuk

Author : Toni Ramadhani SUKAMERINDU, LhL – Pemerintah dan masyarakat Desa Guru Agung, Kecamatan Sukamerindu, …

SMM Panel

APK

Jasa SEO