Author : Ujang
LAHAT, LhL – Sejak kemarin siang, dunia jagat Lahat sempat dihebohkan dengan sejumlah kabar bahwa sudah ada satu warga terinfeksi Corona Virus atau Covid-19, mengkawatirkan sekali ketika kabar tersebut datang berantai dari satu perangkat alat komunikasi ke perangkat yang lain. Kabar ini jelas membuahkan kecemasan situasi di masyarakat Kabupaten Lahat.
Hari ini, Minggu (19/4/2020) pihak Posko Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 mengeluarkan keterangan resmi, bahwa orang yang disyukan telah mengidap Virus Corona tersebut ternyata masih dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kendati demikian, satu warga tersebut belum dapat dipastikan terjangkit Corona Virus atau tidak.
“Memang ada satu pasien yang sedang dalam pengawasan, tapi belum tentu Covid-19. Karena berdasarkan hasil Rapid-Tes pertama , pasien ini Negatif Covid. Dan untuk hasil pemeriksaan berikutnya, kita masih menunggu hasil Suwebnya”, kata Ketua Gugus Tugas Covid-19, Cik Ujnag, SH sekaligus sebagai Bupati Kabupaten Lahat, didampingi Kadinkes Lahat, Ponco Wibowo, SKM, MM melalui Juru Bicara (Jubir(nya, Taufik Maryansah Putra, SKM, MM setelah mengaupdate data ODP Corona Virus pada pukul 15.00 WIB, Minggu (19/4/2020)
Untuk Kab Lahat
Terkait data Orang Dalam Pengawasan (ODP), lanjut Taufik, perhari ini berjumlah. 52 orang, yang masih dalam proses pemantauan sebanyak 12 orang, yang sudah selesai pemantauan sebanyak 40 orang dalam kondisi sehat.
“Untuk Rincian ODP per-kecamatannya di Kikim Timur 1 orang, Pulau Pinang 1, Kikim Barat 1, Merapi Barat 2, Pagar Gunung 2, Mulak Ulu 2, Lahat 1, Jarai 1 dan Kikim Selatan ada 1 ODP”, urainya.
Untuk yang berstatus Positif Covid-19 dan Orang Tanpa Gejala (OTG), sambung dia, itu masih dalam angka Nol. Sementara yang berstatus PDP ada satu orang. Namun begitu, tegas Taufik, pasien ini belum tentu Covid-19, hasil Rapid-Tes sementara Negatif Covid-19. Lalu si pasien ini dirawat dan berstatus PDP tersebut, karen memang ada riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, dan itu sudah lebih dari 14 hari lalu.
“Yang dapat disampaikan, memang si pasien ini memiliki riwayat penyakit akut yang lainnya sehingga ia harus dirawat. Lalu, kenapa ia berstatus PDP, karena sudah lebih 14 hari lalu, ia ada riwayat perjalanan ke daerah lain yang terjangkit Corona”, tegasnya.
Pihaknya berharap, agar seluruh masyarakat Lahat tidak mudah panik dan termakan isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Karena, sebut Taufik, untuk menentukan seseorang berstatus PDP dan Positif Covid tersebut, tidaklah mudah dan harus melaluimekanisme pemeriksaan yang cukup teliti.
“Yang penting kita berdoa selalu, supaya kita semua terhindar dari Covid-19 ini. Mari kita ikuti dan patuhi petunjuk dan pesan dari Pemerrintah Pusat dan Daerah”, ajaknya.
Editor : RON
Lahat Hotline






