Author : Toni Ramadhani
LAHAT, LhL – Warga RT 07 RW 03, Gang Musdalifah, Kelurahan Talang Jawa Utara, Kecamatan Kota Lahat, mulai resah. Program pengangkutan sampah mandiri yang baru saja disepakati bersama pihak kelurahan kini mandek, menyisakan tumpukan sampah yang membusuk di depan pagar rumah warga.
Persoalan ini mencuat setelah kesepakatan rapat antara warga dan pihak Kelurahan Talang Jawa Utara tidak berjalan mulus. Dalam rapat tersebut, disepakati adanya petugas khusus pengangkut sampah dengan iuran sebesar Rp20.000 per Kepala Keluarga (KK) setiap bulannya.
Ical, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa awalnya warga menyambut baik solusi tersebut. Namun sayangnya, petugas pemungut sampah hanya bekerja selama dua hari.
“Baru berjalan dua hari, petugasnya sudah tidak terlihat lagi. Alasannya karena Bentor (Becak Motor) yang digunakan untuk mengangkut sampah rusak,” ujar Ical saat memberikan keterangan kepada media. Senin sore (6/4/26).
Menurut Ical, alasan kerusakan kendaraan seharusnya tidak menjadi penghalang permanen. Ia menilai pihak terkait seharusnya bisa segera mencari solusi alternatif atau melakukan perbaikan cepat agar layanan publik tidak terhenti.
“Kalau memang Bentor rusak, ya diperbaiki. Jangan dibiarkan saja. Sekarang sampah warga menumpuk di pagar rumah masing-masing. Kondisi ini sudah berlangsung selama satu bulan tanpa ada tindakan atau solusi lanjutan dari pihak kelurahan,” tegasnya.
Tumpukan sampah yang dibiarkan berlama-lama ini dikhawatirkan dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar, terutama saat memasuki musim penghujan. Warga berharap pihak Kelurahan Talang Jawa Utara segera mengambil langkah konkret untuk mengaktifkan kembali petugas pengangkut sampah demi kenyamanan dan kebersihan lingkungan Gang Musdalifah.
Awak media masih berupaya menghubungi pihak Kelurahan Talang Jawa Utara untuk mendapatkan klarifikasi dan tanggapan resmi terkait sampah tersebut.
Editor : RON
Lahat Hotline



