Author : Toni Ramadhani
PAGARALAM, LhL – Kota Pagaralam yang dikenal dengan keindahan alamnya kini tengah menjadi sorotan, namun bukan karena prestasinya, melainkan karena perilaku oknum pekerja wisata yang dinilai kurang beretika. Hal ini memicu reaksi keras dari konten kreator sekaligus pekerja seni kenamaan Pagaralam, Princes Mahessa.
Sosok yang akrab disapa Inces ini mengungkapkan kegeramannya setelah menyaksikan sendiri perlakuan tidak menyenangkan dari oknum pekerja wisata terhadap para wisatawan yang berkunjung di salah satu destinasi wisata yang ada di Kota Pagaralam. Menurutnya, keramah-tamahan adalah kunci utama industri pariwisata yang tidak boleh ditawar.
Etika pekerja jadi taruhan citra kota. Dalam pernyataannya, Inces menekankan bahwa perilaku buruk satu oknum dapat merusak reputasi seluruh destinasi wisata di Pagaralam.
“Kita ini sedang membangun citra Pagaralam sebagai kota wisata yang nyaman. Sangat disayangkan jika usaha tersebut dirusak oleh oknum pekerja yang tidak punya etika dan sopan santun saat menyambut tamu. Itu membuat malu nama baik kota kita,” tegas Inces. Jumat (27/3/26).
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan daerah, Princes Mahessa menyampaikan himbauan terbuka kepada seluruh owner atau pemilik objek wisata di Pagaralam untuk, Selektif dalam Rekrutmen, tidak asal pilih pekerja, pastikan memiliki kepribadian yang baik. Pembekalan Etika, memberikan pelatihan hospitality (pelayanan) dan tata krama sebelum pekerja diterjunkan ke lapangan. Pengawasan Ketat, memantau kinerja staf di lapangan agar tetap mengedepankan prinsip “Senyum, Sapa, Salam”.
Inces berharap Pagaralam tetap menjadi destinasi favorit yang dirindukan wisatawan karena kenyamanan dan keramahannya, bukan justru dijauhi karena pelayanan yang kasar.
“Wisatawan itu adalah tamu yang membawa rejeki untuk kota kita. Perlakukan mereka dengan hormat. Saya harap para owner wisata lebih peka dan bertanggung jawab atas kualitas sdm-nya masing-masing,” tutupnya.
Editor : RON
Lahat Hotline



