Home / LAHAT METROPOLIS / Kecamatan Lahat Selatan / ARDIANSYAH : KUCURKAN ANGGARAN COVID-19, TIDAK HARUS MENUNGGU STATUS WASPADA

ARDIANSYAH : KUCURKAN ANGGARAN COVID-19, TIDAK HARUS MENUNGGU STATUS WASPADA

Author : Ujang

LAHAT SELATAN, LhL – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lahat, Ardiansyah meminta agar Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lahat benar-benar serius dan konsen dalam upaya mengantisipasi wabah Corona Virus atau Covid-19 di Bumi Seganti-Setungguan ini. Menurut Wakil Rakyat dari PDI-P Daerah Pemilihan (Dapil) III ini, kesan tidak maksimalnya penanganan Covid-19 ini terlihat dari sisi dana atau Anggaran yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Pos-pos Gugus Tugas masih sangat minim.

“Bagaimana Satgas di Posko itubisa kerja maksimal 24 jam..?, kalau dana buat beli gula-kopi saja tidak ada”, tanya politisi yang sering disapa Anca ini, saat dibincangi di kediamannya di bilangan kawasan Rimbe Beduk, Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan Kbupaten Lahat ini, pada Rabu (22/4/2020).

Anca mengatakan hampir semua Posko yang ada di Dapil Tiga yang meliputi beberapa kecamatan itu tidak sampai 24 jam berjaga. Padahal Posko-posko tersebut merupakan pintu masuk utama bagi masuknya arus mobil dari Kota Pagaralam, Bengkulu, Empat Lawang, Lampung dan Pulau Jawa.

Baca Juga   Tikik Nol : DD Karang Anyar 2021 Bangun Pagar TPU dan SPAL

“Seperti Posko yang ada di Kecamatan Tanjung Tabat dan Kota Agung, misalnya. Penjagaan hanya bisa dilakukan sampai pukul 5 sore, sedangkan bus dan kendaraan pribadi mencari sela hingga malam hari untuk dapat masuk ke Kabupaten Lahat. Utamanya para perantau yang ingin pulang kampung, mereka sembunyi-sembunyi agar dapat menuju kampung halamannya di Kabupaten Lahat dengan tanpa pemeriksaan. Karena tidak ada yang jaga di Posko, maka sudah dipastikan mereka ini akan lolos dari pemeriksaan sesuai protokol pengangan Covid-19 ini”, papar Anca.

Suatu ketika dirinya sedang mendatangi dan memantau kondisi di Posko-posko tersebut, kata Anca. Setelah ditanya ke petugas yang jaga, ternyata penyebab utamanya Posko tidak dijaga sampai 24 jam, itu karena tidak ada anggaran kebutuhan Satgas. Saat Anggannya ditanyakan ke pihak Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lahat, dana tersbut akan digunakan setelah status Covid-19 di Lahat ini “Waspada”.

“Lalu Anggaran yang 23,5 Miliyar itu mau diapakan..?. Apakah harus menunggu banyak korban berjatuhan, baru akan direalisasikan. Menurut saya tidak harus ampai menunggu status Waspada, segeralah cairkan dana itu untuk keperluan penganganan Covid-19 ini. Masa iya, di Posko itu tidak ada Alat Pelindung Kesehatan (APD) dan gula kopi harus camat dan pemerintah desa, bahkan sampai Satgas sendiri yang beli..?. Kabupaten Lahat ini masih “Hijau” dari infeksi virus mematikan itu, jangan sampai menjadi merah hanya karena penangananya tidak maksimal akibat Anggaran yang tersedia tidak digunakan dengan maksimal”, tegasnya.

Baca Juga   BUPATI LAHAT MIRIS MELIHAT FASILITAS KANTOR KECAMATAN LAHAT SELATAN

Kebijakan positif yang disepakati dan dipergunakan sepenuhnya untuk kepentingan umum, sambung Anca, tentu tidak akan menyalahi. Justru menurutnya, apabila sudah banyak jatuh korban akibat tidak mau menentukan kebijakan. Itulah yang nantinya akan menjadi penyesalan dan disesalkan masyarakat.

“Karena itu, yuk kita sama antara Pemerintah Kabupaten Lahat dan DPRD Lahat sama-sama mengupayakan supaya Covid ini tidak menyebar di Kabupaten Lahat. Yang paling harus diingat, ini adalah Pandemi yang artinya virus tersebut menyebar dengan cepat. Jadi sesegera mungkin juga mengatisipasinya”, demikian kata Anca.

Editor : RON

Check Also

Bupati Lahat Buka Secara Resmi Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Lahat Tahun 2022

Author : Ganda Coy LAHAT, LhL – Bertempat di aula SMP Negeri 1 Lahat Selatan …

SMM Panel

APK

Jasa SEO

error: Content is protected !!