Author : Ron
LAHAT, LhL – Adanya tindakan egois dan mengeluarkan kata kata berbau penghinaan oleh oknum Kapolres Way Kanan, Provinsi Lampung terhadap salah seorang wartawan saat meliput kegiatan penghadangan mobil angkutan batu bara oleh Polres setempat, membuat hampir seluruh pengurus perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyatukan suara untuk meminta pertanggungjawaban dari tindakan oknum Kapolres yang dimaksud.
Dalam liputan yang dilakukan oleh wartawan dari salah satu media cetak di Way Kanan itu beberapa waktu lalu, Kapolres Way Kanan baru saja ditanya langsung menunjukkan kegusarannya hingga menyebut kalau koran koran di Lampung “Cacingan” semua. Bahkan ia mengaku lebih baik nonton bokep daripada nonton berita di tivi
Menyikapi perlakukan tak diplomatis dan seolah mengangkangi amanat UU. RI Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, para pengurus PWI Se-Sumatera Selatan pun tak segan segan bersatu padu mengadakan aksi damai dengan menyampaikan aspirasi ke berbagai Polres di daerah masing masing, agar pihak penegak hukum menjndaklanjuti kasus yang melibatkan oknum perwira polisi di Way Kanan itu.
Mulai dari pengurus PWI Provinsi Sumatera Selatan hingga ke sejumlah daerah, hari ini Selasa (29/8/17) menggelar aksi menuju Polres masing masing, dengan tujuan agar kejadian serupa tidak terulang oleh Kapolres Kapolres yang lain di wilayah Sumatera Selatan, khususnya.
Di Kabupaten Ogan Ilir misalnya, sejak pagi hari nampak pengurus PWI sudah siap menunggu kedatangan para petinggi polres OI, guna menyampaikan aspirasinya.

Lalu PWI Kabupaten Musirawas dan PWI Muratara juga secara serentak melakukan aksi damai di depan kantor Polres Musirawas yang kemudian langsung diterima oleh perwira polisi setempat.

Untuk Kabupaten Muara Enim, para pengurus PWI juga menyerukan agar oknum Kapolres Way Kanan dicopot dari jabatannya, seperti yang tertera di pamplet protesnya.

Sementara pengurus PWI Pagaralam juga disambut baik oleh pejabat tinggi Polres setempat, yang kemudian membicarakan hal hal yang berkenaan dengan UU Pers.

Ada juga aksi protes yang dilakukan oleh PWI Kabupaten Empat Lawang, kendati hanya dengan menyampaikan surat yang bernada meminta perlakuan adil dari polri, namun aksi ini juga diterima dengan baik oleh pihak polres setempat.

Tak ketinggalan para pengurus PWI Kabupaten Muba, yang juga sangat mengecam keras perbuatan oknum Kapolres Way Kanan tersebut.

Beikut juga aksi yang digelar oleh PWI Kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI). Dengan segala kekuatan para wartawan yang bertugas di kabupaten ini mendatangi kantor polres OKI.

Termasuk juga perwakilan PWI di kabupaten/kota lainnya, masing masing bergerak melakukan aksi yang sama demi menjaga amanat UU RI Nomor 40 Tahun 1999 dan juga nama baik profesi wartawan di Indonesia.
Ketua PWI Provinsi Sumatera Selatan H. Oktap Riyadi, SH didampingi Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi Jon Heri, S. Sos mengatakan, bahwa pihak PWI Sumsel sangat menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum Kapolres Way Kanan tersebut. Menurut Oktap, aksi ini juga sebagai bentuk solidaritas dan soliditas pengurus dan anggota PWI Se-Sumatera Selatan
“Yang jelas PWI Sumsel kecam pernyataan Kapolres Way Kanan yang hina profesi wartawan. Bahkan ayah kapolri itu juga dari wartawan. Kita lakukan aksi secara serentak di sejumlah daerah dalam Provinsi Sumatera Selatan ini, tidak lain hanyalah untuk meminta kepada oknum oknum pejabat, agar tidak semena mena terhadap wartawan. Apalgi jika sampai menghina dengan kata kata yang disamakan dengan binatang”, tegas Oktap.
Editor : Zadi
Lahat Hotline



