Author : Sony Ramson
PSEKSU, LhL – Waktu adalah uang mungkin itu julukan yang tepat bagi Ibu Mita Karisma tiga orang anak warga Dusun Bemban, Desa Lubuk Atung, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat, Selasa (10/07/18).
Mita mengatakan, kebetulan di sekitar rumah banyak terdapat pohon pinang yang buahnya sudah kuning dan mulai matang. Melihat hal itu dirinya tidak tinggal diam, lalu meminta suaminya untuk memetik buah pinang tersebut.
“Seusai dipetik buah pinang tersebut lalu di belah kemudian di jemur hingga beberapa hari hingga kering, setelah kering baru kita jual,” jelasnya.
Masih kata Mita, untuk harga jual pinang itu sendiri harganya bervariasi, kalau buah baru petik harga jualnya harga Rp 1,500 per kilogram sedangkan yang kering harganya mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram. Tergantung dari kualitas buah dan cara mengelolanya kalo mengelolanya bagus harganya bisa lebih tinggi.
“Dari pada diam dirumah tidak ada kerjaan lebih baik saya manfaatkan waktu untuk membelah buah pinang, uang dari hasil penjualan tersebut lumayan untuk menambah penghasilan serta membeli keperluan dapur. Walaupun buahnya sedikit tapi bagi saya itu sangat membantu,” terangnya.
Sementara itu, Usman salah seorang petani karet mengatakan, selain menyadap karet dirinya juga mengumpulkan buah pinang yang ada di pekarangan kebunnya. Pasalnya kalau cuma mengandalkan hasil dari nyadap pohon karet terkadang masih kurang buat kebutuhan sehari hari.
“Apalagi sekarang ini kebutuhan hidup serba mahal ditambah lagi harga jual karet lagi anjlok, makanya salah juga mengumpulkan buah pinang buat menopang kehidupan. Selain mengumpulkan buah pinang saya juga melayani apabila ada warga yang mau jual buah pinang, baik itu buah pinang basah maupun buah pinang kering untuk harganya sendiri bervariasi dan warga sendiri sudah tahu pasaran jualnya,” tutupnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





