Author : SONNY
PSEKSU, LhL – Ditengah himpitan ekonomi yang tak menentu yang diakibatkan murahnya harga karet, sebagian masyarakat masih bisa tersenyum karena adanya kesempatan kerja di desa dengan mendapat upah yang layak dari anggaran dana desa.Hal inilah yang dirasakan masyarakat Desa Lubuk Tuba , Kecamatan Pseksu kabupaten Lahat, dimana tahun 2017 ini meskipun mayoritas penduduk mempunyai pengasilan sebagai petani karet yang jauh dari kata cukup, namun dengan pemanfaatan dana desa yang tepat, hal itu cukup membantu bagi kebutuhan rumah tangga mereka saat ini.
Bagaimana tidak dengan harga karet relatif murah, maka masyarakat di pedesaan sangatlah mengeluhkan, karet yang menjadi penghasilan pokok saat ini hanya mencapai harga, 5000 rupiah per kilo. Maka, untuk memenuhi kebutuhan warga harusaha mendapatkan penghasilan tambahan, dengan cara ikut mengerjakan pembangunan di desa.
Hadi ( 39 ) salah satu warga dan merupakan kepala rumah tangga yang mempunyai dua orang anak, ia harus melakukan pekerjaan tambahan sebagai kuli bangunan, yang saat ini sedang berlangsung di desa nya dan itupun ia lakukan bersama masyarakat banyak.
“Sebagai petani karet, kami merasa sangatlah terbantu dengan adanya pemberian dana desa oleh pemerintah pada setiap tahun, dan itu sangatlah berarti bagi masyarakat,” ungkap Hadi, Jumat (07/07/2017).
Hadi menambahkan, baginya dana desa benar benar sangat membantu mereka dalam menutupi kebutuhan rumah tangga. “Jika kami tak ikut bekerja dan mencari tambahan, maka pastilah kami akan merasa kesulitan dalam perekonomian rumah tangga, jadi Alhamdulillah sedikit terbantu dari dana desa,” pungkasnya.
Editor : YADI
Lahat Hotline





