Author : Riadi
EMPATLAWANG, LhL – Peristiwa tragis yang menelan korban jiwa, kembali terjadi di Kabupaten Empatlawang. Kali ini, Hendra (25) yang tercatat sebagai warga Desa Tanjung Tawang Kecamatan Muara Pinang yang meninggal dunia akibat luka tusuk benda tajam setelah berkelahi dengan Nopri (23) dan Media (19) keduanya warga Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang.
Informasi dihimpun menyebutkan, Minggu (3/12/17) sekira jam 03.00 Wib terjadi perkelahian di Jembatan Air Sungai Jernih, Kecamatan Muara Pinang, tepatnya tidak jauh dari Desa Sawah antara Hendra sebagai korban dan kedua pelaku Nopri dan Medi. Akibatnya, Hendra meninggal dunia dan dimakamkan Minggu (3/12/17).
Sebelumnya, pada Sabtu malam (1/12/17) pukul 23.00 Wib, saat korban Hendra bersama temannya sedang menyaksikan pesta malam di Sungai Jernih Kecamatan Muara Payang, Kabupaten Lahat. Diduga saling senggol saat asyik menikmati irama musik dan pengaruh minuman keras, Hendra dan temannya terlibat adu mulut dengan Nopri dan Media.
Usai pesta, kira-kira jam 3 dini hari, Hendra dan temannya mendatangi Medi dan Nopri di Desa Sawah, sehingga terjadi perkelahian yang mengakibatkan Hendra tewas terkena tusukan benda tajam.
Danramil 405-06 Muara Pinang, Kapten Sudiman membenarkan terjadinya perkelahian tersebut. Namun menurutnya, situasi sekarang ini sudah kembali membaik, kedua pelaku sudah menyerahkan diri ke kepolisian.
“Anggota kita bersama dengan Polsek sudah kesana, untuk mengecek langsung dan pelaku sudah menyerahkan diri,” katanya.
Sementara Kapolres Empatlawang AKBP Agus Setyawan, SiK, MSi melalui Kasatreskrim AKP Robi Sugara, membenarkan bahwa kedua pelaku yang menyebabkan korban Hendra meninggal dunia sudah diamankan di Mapolres Empatlawang.
“Saat ini, kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres Empatlawang,” ujar Robi.
Atas peristiwa ini, Bupati Empatlawang, H Syahril Hanafiah menghimbau kepada masyarakat, untuk bersama-sama pemerintah atau membantu pemerintah, mentaati larangan acara organ tunggal pada malam hari.
“Apalagi saat acara tersebut bermuatan judi, narkoba, miras dan perempuan yang merupakan penyebab terjadinya perkelahian dan pembunuhan. Ii kejadian yang kesekian kali, seharusnya tidak perlu terjadi,” ungkap Syahril saat dihubungi via ponselnya.
Saat meninjau ke rumah duka, Syahril menghimbau, kepada masyarakat apabila ada kejadian seperti ini, agar menyerahkan proses hukum ke pihak berwajib dan tidak main balas membalas.
“Karena pada prinsipnya, kita semua adalah bersaudara,” pintanya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline






