Author : Repi Black
PAGARALAM, LhL – Banyak dan tebalnya lumpur menyebabkan areal persawahan di Kawasan Kelurahan Jokoh, dan berimbas pada mendangkalnya air Tebat Gening yang merupakan sumber mata air warga Kelurahan Plang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah.
Ancaman krisis air bagi warga Jokoh dan Plang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah ini, diduga akibat analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) Mega Proyek irigasi Aik Lematang yang dikerjakan PT. Nadya Karya.(NK) kurang sesuai.
Bila kajian Amdalnya pas dan tepat tidak akan merusak sawah milik warga Jokoh dan membuat dangkalnya tebat Gening. Seperti ditegaskan oleh ketua.RW dusun Plang Kenidai, Repi Mustofa di hadapan ratusan warga Desa Plang Kenidai, Minggu (12/11) saat penentuan Jungku Jurai Tue ketirunan Semidang.
“Rusaknya puluhan hektar sawah warga Jokoh dan terancam gagal panen imbas dari pengerukan skunder Irigasi Aik Lematang yang dikerjakan oleh PT.NK ucapnya lantang,tidak itu saja bahaya lain mengancam warga dusun Plang Kenidai karena sumber mata air Tebat Gening saat ini dangkal dan dipenuhi lumpur”, urainya.

Ini semua akibat pembangunan mega proyek yang sedang dikerjakan oleh PT.NK. Pantauan di lapangan, puluhan hektar sawah digenangi lumpur kuning yang dikeluhkan warga setempat. Lumpur sedalam 30 centimeter menggenangi sawah warga.
Sementara di Tebat Gening, nampak jelas kedangkalan akibat digenanngi lumpur. Menurut Repi Mustofa, selaku Jurai Tue Plang Kenidai.
Diharapkan dapat mengatasi kegundahan dan kekhawatiran warga setempat, karena bahaya mengancam tidak hanya warga Jokoh, tetapi juga warga Plang Kenidai yang tidak bisa menanam padi lantaran sumber mata air sawahnya terrutup”, pungkasnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





