HIMBAU
utl
lebaran
iklan ut
hd
iklan ut1
Home / LAHAT / Kecamatan Kota Lahat / PGK GELAR DISKUSI, HARAMKAN “POLITIK UANG” HINGGA TAWARAN KONTRAK POLITIK

PGK GELAR DISKUSI, HARAMKAN “POLITIK UANG” HINGGA TAWARAN KONTRAK POLITIK

Author : Ron

LAHAT, LhL – Permainan dalam berpolitik dengan menggunakan uang sebagai “Mahar” dalam upaya untuk mendapatkan suara rakyat dalam kanca Pemilu, atau yang lebih dikenal “money politic” dibahas habis-habisan oleh sejumlah aktivis muda di Lahat.

Pembahasan ini, pun menjadi toupik utama saat helatan Diskusi Bersama Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Sabtu (26/8) di Sekretariat PGK Lahat, Jln Lintas Sumatera, Simpang Empat Desa Manggul. Menurut para aktivis ini, praktik politik uang yang dimaksud  sangat berpotensi akan mencederai nilai-nilai dalam berdemokrasi.

Bahkan lebih jauh, diskusi ini juga membahas kemungkinan adanya pengaruh politik uang itu sendiri, saat Pemilukada serentak Lahat tahun 2018 mendatang, khususnya Pemilukada Kabupaten Lahat.

H. Hendri Sucipta selaku aktivis senior sekaligus tokoh politik yang menjadi Narasumber Diskusi ini menyampaikan, masyarakat di Bumi “Seganti Setungguan” khususnya kalangan pemuda yang selama ini dikenal sebagai motor penggerak aspirasi rakyat, harus berani menolak tawaran uang sebagai iming÷iming untuk memilih salah seorang kandidat, walau sebesar apapun uamg itu.

“Masyarakat sekarang sudah pintar, kalau kita menolak, tentu praktik ‘money politic’ tidak akan terjadi. Makanya saya minta, agar para pemuda, para aktivis. Termasuk mahasiswa kaum intelektual muda yang ada di sini, harus menjadi benteng atau front terdepan dalam menolak praktik ini,” saran dia.

Baca Juga  Pimpin Apel, Bupati Lahat Minta ASN Tingkatkan Disiplin Kerja

Disarankan juga oleh mantan aktivis Universitas Jayabaya Jakarta era 1980-an ini, para pemuda dan mahasiwa juga harus meyakinkan masyarakat khususnya para calon pemilih di Kabupaten Lahat akan bahayanya politik uang. Menurutnya, cara-cara “politik kotor” ini sama saja mengkomersilkan suara rakyat lima tahun kedepan.

“Kan sangat murah suara kita kalau diperjualbelikan dalam politik, hanya dengan Rp.50 ribu atau Rp.100 ribu per-kepala selama lima tahun berikutnya. Katakanlah iming-imingnya Rp.50 ribu, itu sama saja kita dihargai Rp.27 per-hari,” terang anggota DPRD Lahat ini.

Sedangkan narasumber lainnya, Mario Andromartik mengajak masyarakat di Kabupaten Lahat untuk berani menawarkan kontrak politik pada para pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Lahat. Yang demikian ini, menurutnya, agar masyarakat suatu saat dapat menagih komitmen Paslon Bupati dan Wabup yang didukungnya, jikalau nanti terpilih dalam Pemilukada.

Baca Juga  TUNTUT PERDA, HENTIKAN PERPANJANGAN IZIN TKA DI LAHAT

“Semisal, ada paslon yang menjadikan objek atau destinasi wisata Lahat sebagai alat campaign, dengan mengumbar janji akan memperbaiki objek atau destinasi tersebut, membangun atau mengembangkannya. Silahkan dan boleh-boleh saja, asalkan memang menepati janjinya. Dan akan lebih baik pula jika dibuatkan kontrak politik terkait hal ini,” ujar pria yang selama ini dikenal sebagai penggiat wisata Lahat ini.

Selaku inisiator diskusi ini, Ketua DPC PGK Kabupaten Lahat, Nopri Hariadi, meminta para pemuda aktivis Kabupaten Lahat agar tidak berpikir apatis terhadap persoalan politik. Ia berpendapat, masa depan Bangsa dan Negara termasuk daerah, sejatinya ada di tangan masyarakatnya.

“Mungkin sebagian ada yang berpikir, peran pemuda kurang diperhitungkan dalam terpilih atau tidaknya calon pemimpin suatu daerah. Padahal tidak, ini tugas kita sebagai pemuda Indonesia. Pemuda harus menjadi pemilih yang bertanggung jawab dan dapat menentukan pilihan atas dasar yang kuat,” tegas Nopri.

Editor : Zadi

Check Also

“SATU SERAGAM SEJUTA HARAPAN” MENJADI TAJUK PROGRAM BANTUAN PT MIP ADARO ENEGRY

Author : Jang LAHAT, LhL – Bupati Lahat Bursah Zarnubi, SE, bersama PT. Mustika Indah …

SMM Panel

APK

Jasa SEO