Home / LAHAT METROPOLIS / Kecamatan Pagar Gunung / REALISASI ADD DESA MERINDU, DIDUGA MENGHILANGKAN ASET DAERAH

REALISASI ADD DESA MERINDU, DIDUGA MENGHILANGKAN ASET DAERAH

PAGAR GUNUNG, LhL – Dengan sudah digelontorkannya alokasi anggaran dana desa (ADD) ke seluruh desa yang ada di daerah oleh pemerintah pusat. Maka tentunya akan membawa manfaat bagi masyarakat, dengan membangun sarana dan prasarana, infrastruktur yang lebih penting bagi warga.

IMG-20160829-WA0006

Berbeda dengan yang dilakukan oleh pemerintah Desa Merindu, Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat. Pasalnya, realisasi ADD that 1 di desa ini pembangunan jalan setapak yang sudah berjalan itu hanya menimpa jalan setapak yang sudah ada dan masih layak. Hal ini bisa diduga telah terjadi penyimpangan sari standar penggunaan ADD itu sendiri. Bahkan terkesan telah meniadakan aset desa yang ada, yang notabennenya adalah aset negara.

Pantauan dilapangan, jalan setapak menuju ke area persawahan warga desa sepanjang kurang lebih 400 meter tersebut, sudah ditimpa dengan bangunan baru sekitar 200 meter. Padahal jika melihat tingkat kerusakan jalannya itu hanya ada beberapa titik saja dan itu, pun tidak begitu mengganggu aktifitas warga untk pergi ke sawah. Dengan demikian, maka kucuran ADD di desa itu terkesan sia sia.

Baca Juga  CAMAT PAGUN : MANFAATKANLAH DD SESUAI ATURAN DAN HASIL MUSDES

IMG-20160829-WA0004

Silang pendapat para warga yang mengerjakan perehaban jalan terdebut, pun bermacam macam, terutama mengenai ukuran kedalaman dan lebar pondasi serta badan jalannya. “Ya, perehaban jalan setapak ini sudah selesai 200 meter, dan itu direhab semua. Untuk ukuran pondasi berkedalaman 45 CM dan lebar selebar cangkul saja, tidak di pastikan 15 CM, karena kita tidak mengukur lebar pondasinya, Dan juga tinggi cor penimbunan jalan setapak sekira 10 CM,” kata X, seorang warga yang meminta namanya tidak disamaran.

Sementara menurut J, warga yang lain terkesan protes dengan keterangan yang disampaikan X tersebut. Menurut J, semua yang dijelaskan oleh X kepada tim LhL diatas, tidak sesuai dengan faktanya. “Tidak ah, kita yang mengerjakan pekerjaan ini. Ukurannya tinggi cor badan jalan ini paling paling 6 CM”, kata J.

Sedangkan Z, warga berikutnya juga berpendapat berbeda dengan  dn X. Menurut dia, apa yang disampaikan kedua tekan kerjanya itu semunya tidak benar. “Kalau pendapat aku, ukuran ketinggiannya sekitar 10 CM”, imbuhnya.

Baca Juga  YULIUS MAULANA, ERATKAN HUBUNGAN TNI DAN MASYARAKAT

Dengan simpang siurnya penjelasannya yang berbeda dari warga ini, maka Tim LhL langsung menemui dengan Kepala Desa Merindu, Namun sayangnya, Taslim selaku Kades nya tidak ada dirumah. Penasaran, lalu LhL mencoba konfirmasi dengan Kadus I, II, dan Kasus  III. Namun lagi lagi, para kadus, pun  tidak ada juga di rumah.

Mengingat pentingnya keterangan dari berbagai pihak terkait realisasi ADS si Desa Merindu ini. Maka pewarta tidak mau salah langkah, dengan menemui Isyroni, SE selaku Camat Pagar Gunung. “Coba kamu tanya lagi ke tim pelaksananya. Apakah pembangunan seperti itu atas inisiatif masyarakat, ataukah itu atas perintah Pak Kadesnya”, terang Isyroni, berbalik memerintahkan awak media, Senin (29/8).

Photo/Naskah : (MAN)

Editor               : (UJANG, SP)

Check Also

BUPATI DAN WABUP SHOLAT JUM’AT BERSAMA MASYARAKAT DESA KARANG AGUNG

Author : Jang LAHAT, LhL – Usai menghadiri kegiatan silaturahmi di halaman Kantor Camat Pagar …

SMM Panel

APK

Jasa SEO