Author : Prima
LAHAT, LhL – Hasil perikanan Kabupaten Lahat belum mencukupi konsumsi ikan masyarakat Lahat. Hingga Maret tercatat realisasi mencapai 7,884 ton sementara 11 atau 66,75 persen, konsumsi mencapai 11, 657 ton.
“Untuk mencukupinya ada hasil ikan laut dan tawar dari luar daerah seperi Palembang, Bengkulu, Lubuk Linggau dan lainnya,” ungkap Kepala Dinas Perikanan, Kabupaten Lahat Deswan Irsyad melalui Kabid Bina Usaha Nyimas Zuairiah Aini disampaikan Kasi Bina Isaha dan Pemasaran Hasil perikanan, Ahmad Syahrul, Selqsa (25/9).
Untuk jenis ikan yang dari luar, seperti ikan laut, ikan Gabus, Gurame dan Patin.
Lanjut, Ahmad, di Kabupaten Lahat sendiri, sampi akhir Maret 2018 kemarin, jumlah luas pembudidaya ikan air tenang seluas 1.624,7 ha, pemanfaatan sawah irigasi 1.350 ha, kolam air arus deras 47 ha dan perairan umum atau lubuk larangan yang berada di empat kecamatan seluas 2.001 ha.
” Itupun pembudidaya ikan lele, emas, nila, mujaer lama, yang baru belum masuk,” jelasnya.
Selain itu, banyak pembudidaya air tawar di Lahat hanya untuk kebutuhan pribadi. “Seperti ada acara keluarga baru kolam mereka dibubus. Seperti itu cukup banyak di Lahat, mereka punga kolam tapi tak menjual,” tambahnya.
Untuk meminimalisir kekurangan kebutuhan ikan, pada tahun 2018 ini juga, Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, merencanakan program Minapadi. Dimana sawah sebelum tumbuh padi, akan ditebar bibit ikan yang akan difokuskan di dua kecamatan.
” Dikecamatan Lahat selatan sudah jalan. Untuk dikecamatan Kota Agung belum dan akan disegerakan,” ungkapnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





