Author : HENDRIADI
MERAPI BARAT, LhL – Hampir semua prosesi pernikahan tradisional di nusantara selalu menarik untuk disaksikan, bukan hanya karena prosesi pernikahan ini melewati begitu banyak tahap sebelum akhirnya sang pengantin resmi jadi sepasang suami istri, tapi juga mengikuti tahap-tahap yang begitu kaya akan filosofis kehidupan sendiri itulah yang menarik. Tak terkecuali di Sumatera Selatan tepatnya di Desa Tanjung Baru Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat, yang mana kedua pengantin di Ngarak (Tradisi pada saat pernikahan Ngarak pengantin).

“Ngarak yaitu ritual untuk menjemput kedua mempelai untuk diantar sampai ke pelaminan. Prosesi arak-arakan ini disertai dengan dengan terbangan (Tabuhan rebana) biasanya dihadiri kedua belah besan dan yang lainnya,” terang Edi salah seorang kakak pengantin, Sabtu (15/07/2017).
Usai dilaksanakannya arakan pihak besan diajak Pantauan, (Pantauan atau dalam arti bahasa Indonesianya Panggilan), Pantauan merupakan salah satu adat yang ada di kabupaten Lahat. Nantinya diajak makan ke tiap rumah.
“Adat pantauan ini biasanya ada pada saat sebelum pesta pernikahan. Para tetangga dari pengantin, menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya untuk disantap oleh pengantin dan keluarganya. Biasanya, tidak hanya satu rumah saja yang menjamu pengantin (pantauan) kadang sampai satu desa,” ungkapnya.
Editor : YADI
Lahat Hotline





