Author : YESY
BENGKULU SELATAN, LhL – Kelangkaan pupuk bagi para petani kelapa sawit di Desa Jeranglah Rendah, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, kembali menjadi sorotan. Kondisi ini kerap dikeluhkan oleh para petani karena berdampak langsung terhadap produktivitas kebun sawit mereka.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Jeranglah Rendah, Junali, saat menggelar kegiatan sosialisasi bersama pemilik perusahaan pupuk PT. Buana Sinergi Abadi dan masyarakat Desa Jeranglah Rendah, pada Selasa (28/04/2026) di kantor desa setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Junali mengungkapkan bahwa kelangkaan pupuk telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun terakhir. Kondisi ini mendorong pemerintah desa untuk terus mencari solusi demi membantu para petani sawit di wilayahnya.
“Kelangkaan pupuk ini sudah berlangsung sekitar satu tahun. Kami sebagai pemerintah desa terus berupaya mencari solusi agar masyarakat, khususnya petani sawit, tidak terus mengalami kesulitan,” ujar Junali.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Desa Jeranglah Rendah menggandeng sekaligus menghadirkan pihak perusahaan PT. Buana Sinergi Abadi untuk memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat terkait alternatif penggunaan pupuk cair.
Perusahaan tersebut dikenal bergerak di bidang pupuk cair dengan produk unggulan Pupuk Batara Atom yang telah teruji dan digunakan oleh sejumlah petani sawit.
Junali menyampaikan rasa syukurnya karena pemerintah desa telah menemukan solusi atas persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami Pemerintah Desa Jeranglah Rendah sudah menemukan solusi terkait dengan persoalan kelangkaan pupuk sawit,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ke depan Pemerintah Desa Jeranglah Rendah akan berperan sebagai distributor pupuk cair Batara Atom. Dalam pelaksanaannya, distribusi akan dilakukan melalui Koperasi Desa Merah Putih guna memastikan kemudahan akses bagi masyarakat.
“Pemerintah Desa melalui Koperasi Desa Merah Putih akan bekerja sama dengan PT. Buana Sinergi Abadi. Hal ini kami lakukan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh pupuk tersebut,” jelasnya.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kelangkaan pupuk yang selama ini menjadi kendala utama para petani sawit di Desa Jeranglah Rendah dapat segera teratasi, sehingga produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
Editor : RON.
Lahat Hotline






