Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Home / HUKUM & KRIMINAL / Dinilai Tak Realevan Lagi, Perda tentang RTRW Kota Pagaralam Perlu Perubahan

Dinilai Tak Realevan Lagi, Perda tentang RTRW Kota Pagaralam Perlu Perubahan

Author : Toni Ramadhani

PAGARALAM, LhL – Peraturan Daerah (Perda) Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan nomor 7 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2012 – 2032 dinilai sudah tidak relevan lagi terhadap perkembangan yang terjadi baik di tingkat nasional. Hal ini seiring dengan terbitnya Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, di tingkat Provinsi dan Kota Pagar Alam sendiri. Sehingga dari hasil Peninjauan Kembali (PK) atau Yudisial Review (YR), sudah layak untuk dilakukan revisi.

Demikian disampaikan Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni melalui Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Dawam, dalam pembukaan paparan laporan antara revisi RTRW Kota Pagar Alam Tahun 2022 – 2042 di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pagar Alam, Rabu (7/12/22).

“Karena sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan pembangunan di Kota Pagar Alam, untuk itu RTRW Kota Pagar Alam tahun 2012 – 2032 sudah harus dilakukan revisi, agar dapat menjawab tantangan pembangunan ke depan, ” jelas Asisten II, Dawam.

Lebih lanjut Dawam menambahkan, ada beberapa faktor yang melandasi Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam melakukan revisi RTRW ini, di antaranya faktor eksternal dengan direvisinya RT/RW Provinsi Sumatera Selatan dan juga dengan lahirnya Undang-undang Cipta Kerja tahun 2020. Sementara yang paling penting adalah faktor internal, di mana dinamika perkembangan dan pertumbuhan Kota Pagar Alam yang cukup pesat, membutuhkan rencana struktur dan pola ruang yang dapat menampung berbagai rencana kegiatan pembangunan. Belum lagi sengketa tapal batas dengan kabupaten/kota tetangga.

Baca Juga  Ratu Dewa Penataan Ulang OPD Hemat Anggaran Rp10 Miliar

” Ada beberapa faktor yang melandasi kita melakukan revisi RTRW ini, yakni faktor eksternal dan internal. Faktor internal yang paling menonjol yakni pemanfaatan atau alih fungsi lahan sebagai akibat perubahan perimbangan dalam jumlah penduduk dengan luas lahan yang tersedia, batas wilayah yang kerap menjadi perdebatan dengan kabupaten/kota tetangga, ” tambahnya.

Sementara itu, Imanda Pramana, ST selaku manager project revisi RTRW Kota Pagar Alam dari PT. Sisarti Baksya Asasta menginventarisir bahwa nilai rata-rata keseluruhan Peninjuan Kembali RTRW Kota Pagar Alam adalah 65,96. Bersasarkan Permen ATR No.6 Tahun 2017 tentang tata cara peninjauan kembali RTRW, jika nilai kurang dari 85 harus direvisi.

”Dan untuk RTRW Kota Pagar Alam tahun 2012-2032, ada pada angka rata-rata 65,96 sehingga harus dilakukan revisi, tinggal nanti apakah Perdanya kita amandemen atau diganti,” papar Imanda.

Disinggung terkait waktu revisi yang sangat singkat, hingga 30 Desember 2022, Imanda yang notabene adalah ahli tata kota ini berjanji akan menuntaskan semua pekerjaan terkait RTRW Kota Pagar Alam 2022 – 2042 hingga mendapat kepastian hukum, baik dari Kementerian ATR dan DPR. Apalagi dirinya didukung oleh tim ahli yang sudah berpengalaman di bidangnya. Sebut saja Gunawan Wibisana, MSP, MM, LRPS, PSA sebagai Ahli Perencanaan Wilayah dan kota, Ir. Iwan Ismaun, Ahli Rancang Kota.

Baca Juga  2 BANDAR SHABU DITANGKAP PETUGAS

”Kami tidak mempermasalahkan tenggat waktu yang singkat ini, tim kami akan bekerja sepenuh hati dan akan memberikan hasil terbaik untuk Kota Pagar Alam. Kami juga akan mengawal hingga tuntas, artinya sampai ada kepastian hukum dan Kota Pagar Alam memiliki RTRW baru yang dapat mengakomodir semua kepentingan pembangunan, ” kilah konsultan asal Jawa Barat yang juga mendalami bidang hukum ini.

Kepala Dinas PUPR Kota Pagar Alam Yudianto melalui Kepala Bidang Tata ruang (Taru) Titi Merianti mengatakan, RTRW Kota Pagar Alam Tahun 2012-2032 ini memang sudah selayaknya direvisi untuk meningkatkan kualitas agar dapat menjawab tantangan pembangunan 20 tahun kedepan.

”Berdasarkan hasil Peninjauan Kembali sesuai amanat undang-undang memang RTRW kita sudah harus direvisi, agar dapat menjawab tantangan pembangunan 20 tahun ke depan, mohon dukungan, kritik, saran dan masukkan teman-teman pers,” ungkapnya.

Editor : RON

Check Also

Ketua Kwarcab Pagaralam Lepas 64 Pramuka Penggalang ke Jamda

Author : Toni Ramadhani PAGARALAM, LhL – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pagaralam akan …

SMM Panel

APK

Jasa SEO