Author : Cecep Y
LAHAT, LhL – Muhamad Abdu (40) Jurnalis media online yang juga Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat dan kader Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) menjadi korban pengeroyokan telah resmi membuat laporan ke Polres Lahat.
Kepada awak media, Abdu menjelaskan laporan resmi ke Polres Lahat tersebut bernomor: STTLP/B/45/I/2026/SPKT/POLRES LAHAT/POLDA SUMATERA SELATAN.
Dijelaskannya, pengeroyokan terjadi di Karaoke Ceria, tepatnya di jalan Lubuk Beringin samping Hotel Santika di Manggul Kecamatan Lahat, kemaren Rabu 28 Januari 2025 dini hari sekitar pukul 05.00 Wib.
Saat kejadian, Abdu dikeroyok oleh empat orang laki-laki, yang salah satunya diidentifikasi berinisial D. Dan, akibat serangan itu Ia mengalami luka memar pada bagian hidung dan luka lecet di tangan kanan yang menimbulkan trauma akibat tindakan kekerasan tersebut.
“Saya berharap pihak Polres Lahat segera memproses hukum hingga menangkap para pelaku pengeroyok dirinya,” imbuh Abdu. Kamis (29/01).
Sementara itu Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto SIK MIK saat dikonfirmasi awak media menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan memastikan akan segera menindaklanjutinya sesuai hukum yang berlaku.
Menanggapi kejadian ini, Muchtrim, Pemred Media Sahabat Cyber sekaligus pengurus PWI Sumsel mengutuk keras tindakan anarkis tersebut.
“Korban merupakan bagian dari keluarga besar pers yakni Wartawan Media Bukit Besak News dan Anggota PWI Lahat serta dan kader HMI juga,” sambung Muchtahrim.
Sebab, lanjutnya, Wartawan dilindungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 dalam menjalankan tugasnya.
“Kami meminta Polres Lahat segera mengambil langkah cepat untuk menangkap oknum pelaku agar tidak ada lagi aksi premanisme di Lahat,” tegas Muchtrim.
Dukungan terhadap kinerja kepolisian juga datang dari Sekretaris PWI Lahat periode 2016-2019, Dafri Yozhari FR.
Dafri mengapresiasi respon cepat Kapolres Lahat dalam menangani kasus yang menimpa insan pers dan aktivis mahasiswa ini.
“Semoga para pelaku pengeroyokan yang menimpa kawan kita sesama jurnalis cepat terungkap dan tertangkap oleh Polres Lahat,” terang Dafri.
Wakil Ketua PWI Provinsi Sumatera Selatan, Ishak Nasroni juga sangat menyayangkan kejadian ini. Dia mengecam keras tindakan pelaku yang sudah bebertindak menghalangi dan menintimidasi Wartawan yang sedang bertugas hingga ke penganiayaan.
“Pertama kita apresiasi sikap cepat tanggap dari Kapolres Lahat. Kemudian, ke depan Wartawan di Lahat mesti bersatu bagaimana caranya memerangi kekerasan terhadap Wartawan yang sedang bertugas ini. Dengan tujuan, supaya tidak lagi ada kejadian serupa”, tutupnya.
Editor : RON
Lahat Hotline


