Author :SON
LAHAT, LhL – Sejumlah wartawan di Kabupaten Lahat keberatan bahwa salah satu kandidat dinilai mampu merangkul seluruh wartawan senior dan junior di Kabupaten Lahat. Sehingga statemen ini terkesan “Jualan” untuk dapat dikatakan layak menjadi nahkoda PWI Kabupaten Lahat ke depan.
Lili, wartawan dan anggota PWI Lahat ini menilai, bahwa kalau “jualan” jangan ngawur.
“Kita ini manusia cerdas. Orang akan menilai sendiri. Faktanya, kepengurusan PWI Kabupaten Lahat sekarang tidak mampu merangkul seluruh anggota PWI yang ada di Kabupaten Lahat, baik senior dan junior.
Anggota PWI yang tidak dimasukan dalam struktur kepengurusan PWI Kabupaten Lahat sekarang mengaku sangat kecewa. Karena hak-hak yang mereka dapatkan selama ini hilang. Padahal tidak mengurangi hak sesama anggota PWI”, katanya, Senin (26/1/26).
Lili menjelaskan, mungkin mereka lupa, banyak wartawan anggota PWI hampir gagal menerima bantuan sembako dan uang bantuan dari perusahaan tambang batubara plat merah Tanjung Enim Muara Enim. Waktu itu ada paket sembako dan uang menjelang lebaran untuk wartawan di Kabupaten Lahat.
Hanya gara-gara para wartawan ini tidak dimasukkan dalam kepengurusan PWI Kabupaten Lahat sekarang. Sebab ada syarat menerima bantuan dari perusahaan batubara plat merah adalah wartawan harus tergabung dalam organisasi wartawan di Kabupaten Lahat.
“Seingat saya waktu itu, ada sekitar 30 sampai 35 orang ya. Anggota PWI dari Lahat tidak masuk dalam kepengurusan PWI sekarang,” ujarnya.
Karena itu mereka mengadu dan minta tolong melobikan supaya mereka tetap menerima bantuan dari perusahaan tambang batubara plat merah itu.
Lalu, Lili mencoba menghubungi Ketua PWI Kabupaten Lahat dan Sekjen PWI Kabupaten Lahat era sekarang.
Meminta tolong agar dapat memasukan anggota PWI dalam kepengurusan PWI Kabupaten Lahat era sekarang. Ternyata, tetap saja tidak masuk dalam kepengurusan PWI Kabupaten Lahat sekarang. Karena merasa iba dan tidak tega, akhirnya Lili bersama Dian dan Romi mencoba berdiskusi, untuk mencarikan solusinya. Memperjuangkan beberapa anggota PWI Kabupaten Lahat tetap mendapatkan haknya.
Lili, Dian dan Romi mencoba menjalin komunikasi dengan humas perusahaan tambang batubara plat merah itu, supaya wartawan Kabupaten Lahat yang tidak masuk dalam kepengurusan PWI Lahat tetap menerima bantuan. Seperti kepengurusan PWI Kabupaten Lahat era Ishak Nasroni dan Dian dulu, seluruh wartawan mendapatkan bantuan dari perusahaan tambang batubara plat merah itu.
“Nah itu, ingat tidak mereka. Katanya peduli dan mampu merangkul seluruh wartawan senior dan junior di Kabupaten Lahat.?. Itu buktinya, wartawan sampai sedih gara-gara hak mereka tidak diperjuangkan waktu itu,” ujarnya.
Lanjut Lili, yang ia sampaikan ini bukan bermaksud ingin menyerang Edi Amin kandidat calon Ketua PWI Kabupaten Lahat. Bukan juga membela kandidat calon Ketua PWI Lahat yang lain. Sama sekali tidak!. Akan tetapi, menyampaikan fakta bahwa ada masalah era kepengurusan PWI Kabupataean Lahat sekarang, yang menjadi korban adalah wartawan anggota PWI itu sendiri.
“Padahal bantuan dari perusahaan tambang plat merah itu, sama sekali tidak mengurangi hak-hak setiap masing-masing wartawan. Semua mendapatkan hak yang sama. Apa salahnya memasukan mereka dalam kepengurusan!,” ujar Lili.
Waktu itu, jumlah sembako dan uang itu sudah disiapkan oleh perusahaan tambang batubara plat merah untuk seluruh wartawan di Kabupaten Lahat. Tinggal dibagikan saja. Tapi dengan syarat, wartawan harus tergabung dalam organisasi. Untunglah ada solusi. Perusahaan batubara plat merah itu menyarankan agar dapat membentuk forum jurnalis Lahat. Bentukan wartawan sendiri. Isinya menampung seluruh anggota PWI Kabupaten Lahat yang tidak masuk dalam struktur kepengurusan PWI Kabupaten Lahat era sekarang.
“Saran itu kita ikuti.
Jadi, ayooo, siapa yang punya niat baik, dan siapa yang tidak! Silahkan nilai sendiri.
Akhirnya, lahirlah Forum Jurnalis Lahat (FJL). Sekedar forum biasa dan sederhana, punya niat baik, yang tujuannya mengakomodir seluruh anggota PWI Kabupaten Lahat yang tidak masuk dalam struktur kepengurusan PWI Kabupaten Lahat era sekarang. Forum ini juga terinspirasi dari Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Sumatera Selatan, tapi mereka tetap anggota PWI.
Seiring berjalan waktu, jumlah anggota FJL terus bertambah. Ternyata, ada pula beberapa wartawan non anggota PWI Lahat belum tergabung dalam organisasi, akhirnya kita rangkul masuk FJL.
Setelah membentuk FJL, wartawan akhirnya bisa mendapatkan bantuan dari perusahaan tambang plat merah tersebut”, sebutnya.
Oleh karena itu, Lili menyarankan, kalau ingin memperbaiki PWI Kabupaten Lahat kedepan. Pilihlah kandidat yang betul-betul serius dan tulus, memperjuangkan anggota PWI. Jangan “jualan” dengan statemen ngawur. Tidak enak dibaca pembaca, terutama yang paham kondisinya.
“Kandidat calon ketua PWI Kabupaten Lahat banyak. Tinggal pilih yang serius. Sebab PWI ini organisasi profesi, bukan organisasi politik. Jangan karena ada dugaan “uang pelicin”, sehingga organisasi profesi ini terciderai oleh anggotanya sendiri. Salam demokrasi.!”, tandas Lili.
Editor : RON
Lahat Hotline


