Author : Debbi
TANJUNG SAKTI, LhL – Memasuki H+1 moment Hari Raya Idul Adha, hari ini, Kamis (23/8/18) harga ayam petelur di pasaran kawasan Tanjung Sakti menembus harga Rp.56.000 per ekor. Kendati demikian, warga pembeli ayam jenis tersebut di kawasan itu hanya bisa mengeluh saja.
Jailani, salah satu warga mengisahkan, saat membeli ayam petelur di salah satu penjual mendengar harga yang ditawarkan kisaran Rp.56000 langsung mengeluh.
“Gawat ini, harga ayam naik. orang hajatan banyak. Mau bagaimana ini, terpaksa kami beli juga setunbak (Ayam) ini. Karena ini penting, ada keluarga yang hajatan. Mana kita mau ngundang, dianterin ayam negeri lagi”, katanya dengan bahasa daerah.
Terpisah, Reski penjual ayam merah mengatakan bahwa harga ini sudah harga pasaran. Menurutnya, kalau harga dari bosnya naik, maka harga penjualannya akan naik juga.
“Kalau dari bos naik, maka kami juga naikkan harga ke pembeli. Tidak bisa tidak, soalnya tidak mungkin kami berjualan mau merugi”, akunya.
Saat dikonfirmasi, salah satu agen ayam merah di Pagaralam, Ujang Arif membenarkan, bahwa untuk harga ayam mengalami kenaikan. Mulai dari penjual di padang sumatera barat.
“Dengan demikian, maka dengan terpaksa kita juga naikan harga ke penjual yang ada di Tanjung Sakti”, tutupnya
Sampai berita ini diturunkan, besar harapan warga kepada pihak Pemerintah untuk segera dapat mengatasi meroketnya harga barang termasuk harga ayam merah ini.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





