Author : Repi Black
Pagaralam, LhL ~Pembangunan Jalan Endikat Lematang di tahun 1928, dan sampai sekarang belum ada sentuhan pembangunan. Kondisi ini seperti yang dijelaskan Kepala Bappeda Pagaralam, Zaitun pada Sabtu (24/03/18) di Balai Kota saat pembukaan Musrenbang.
Menurut Muhammad Hodori daerah melakukan pembangunan untuk pemerataan, pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, informasi publik dan daya saing daerah sesuai Pasal 258 nomor 23 tahun 2014 mewakili Kemendagri.
“Siklus ini tidak boleh terputus, dan jangan sampai ada kegiatan yang muncul tiba tiba”, sentilnya.
Walikota Pagaralam, Musni Wijaya dalam pidatonya menyebutkan, bahwa Musrenbang sudah dibahas pada tingkat bawah, perencanaan yang baik menghasilkan hal yang baik, meski dana APBD yang hanya 800 miliyar rupiah.
“Kita jangan hanya mengandalkan pembangunan berdasarkan APBD semata”, ungkapnya.
Membangun daerah, kata dia, perlu dana yang tentujuga perlu inovasi inovasi, sehingga ada penambahan keuangan.
“Kembangkan potensi potensi yang ada”, ulasnya.
Sementara Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Eko Retnowati mengatakan, Sumsel sudah menerapkan e-Planning, guna menghindari hal hal yang tidak diinginkan.
“Target Nasional ditentukan kecapaian Provinsi dan Provinsi juga ditentukan oleh kabupaten/kota atau daerah. Sanitasi dan air bersih, juga masih harus jadi perhatian pemerintah Kota Pagaralam”, tandasnya.
Pada kesempatan itu, juga ditandatangani Musrenbang oleh sejumlah perwakilan. Baik pelaku usaha, akademisi dan Pemerintah.
Nampak hadir ketua DPRD, Kajari, Perwakilan Polres, Camat, tamu dan undangan penting lainnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





