Author : Azhari
MUARA ENIM, LhL – Masyarakat Desa Karya Nyata Kecamatan Semende Darat Laut (SDL) Kabupaten Muara Enim sangat kesal dan mempertanyakan proyek pembangunan sarana air bersih yang dilaksanakan pada Tahun 2016 lalu yang terkesan mubazir
Kekecewaan warga Desa Karya Nyata itu sangat beralasan, di mana pembangunan saluran pipa yang telah terpasang lebih kurang 13 KM dari Desa Pulau Panggung menuju Desa Karya Nyata yang tak sedikit menelan biaya itu, hingga kini belum dapat dinikmati oleh masyarakat dengan tidak adanya setetespun air bersih yang menglir ke rumah rumah warga.
Menurut salah satu nara sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya pada Sabtu (18/11), pekerjaan pembangunan air bersih tersebut bersumber dana APBD Kabupaten Muara Enim yang dikerjakan oleh kontraktor asal Palembang pada bulan November tahun 2016 lalu. Namun nama perusahaan kontraktornya tidak bisa diketahui. karena tidak adanya papan nama proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan, ini terkesan proyek siluman.ujar nara sumber itu.
“Kami mempertanyakan pembangunan air bersih ini. Yang namanya pembangunan air Bersih untuk masyarakat Airnya harus ada bukan pipanya saja sesalnya”, kata dia.
Sementara itu Holda seorang ibu rumah tangga di desa itu mengatakan, lebih kurang pekerjaan pemasangan pipa air bersih itu telah rampung 6 (enam) bulan yang lalu. Saat itu adanya bencana alam tanah longsor, ia menduga mungkin disebabkan oleh peristiwa tersebut air tidak mengalir.
“Ya.., kalau keluarga kami di sini mengunakan sumur. Walaupun tidak mengalir kami ada cukup air bersih, tapi tidak tau kalau masyarakat yang lainnya”, terang Holda.
Senada, Supri yang juga merupakan warga desa tersebut menyebutkan, seandainya saja di desa ini terjadi kemarau selama 9 bulan air sumur masih cukup.
“Yang susah kami kami di sinilah, kalau kemarau”, terang Supri.
Lain halnya dengan yang dikatakan Yuli, warga ini merasakan kecewa mendalam dengan pelaksanaan pembangunan air bersih yang dinilainya tidak bermanfaat dan mubazir.
“Lihatlah itu, hanya pipa di depan Puskesmas desa. Untuk apa gunanya”, ujar Yuli.
Editor : Zadi
Lahat Hotline






