Author : Akbar
KIKIM TIMUR, LhL – Tradisi bercocok tanam menggunakan kayu yang ditancapkan ke tanah yang kemudian lobang dari kayu tersebut diisi dengan benih padi, atau yang dikenal sebutan “Menugal” tradisi peninggalan Nenek Moyang ini masih tetap digunakan/dilestarikan oleh masyarakat Kabupaten Lahat, khususnya di Desa Lubuk Layang Ilir Kecamatan Kikim Timur.
“Tradisi nugal padi ini adalah salah satu tradisi peninggalan dari nenek moyang sejak zaman dahulu hingga sekarang masih digunakan dan dilestarikan,” ungkap Heri Yanto salah seorang warga saat dibincangi oleh awak media, Minggu (15/10/2017).

Tradisi Menugal, kata Yanto biasanya dikerjakan secara bergotong royong dan bersama, ada yang menancapkan kayu ke tanah kemudian yang mengikuti dari belakang mengisi lobang tersebut dengan benih padi/bibit padi. Kemudian dalam satu lobang disisi dengan benih tujuh hingga sepuluh bibit padi.
“Selain untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga, tradisi Nugal padi ini juga akan mempercepat pekerjaan kita dalam menanam padi, biasanya padi yang ditanam ini jenis padi tambun yang ditanam di darat,” tambahnya.
Sementara itu, Herlis Pusparani (43) Tahun salah seorang ibu rumah tangga yang juga turut menugal padi mengatakan, ini tradisi turun temurun yang sejak dahulu memang sudah ada dan terus dilestarikan masyarakat pedesaan.
“Kita merasa sangat senang bisa ikut dalam melaksanakan tradisi Nugal padi ini, karena kita bisa membantu sesama warga dalam bercocok tanam. Intinya kebersamaan dalam bergotong royong menugal ini yang bikin bangga,” ungkapnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline


