“KAPOK JADI WABUR, AKU NAK BALIK DUSUN BAE”
Author : Ron
LAHAT, LhL – Mengungkap tabir dari pengakuan lima orang Wanita Penghibur (Wabur) yang terjaring razia aparat Pol PP, tampak satu diantaranya selalu menundukkan muka. Perempuan berambut panjang yang mengenakan baju hitam lengan pendek dan bercelana levis panjang ini, diketahui berinisial TR (20).
Dihadapan awak media, wanita muda yang mengaku berasal dari Kota Pagaralam dan saat ini tinggal di rumah kontrakan yang berada di Muaraenim ini mengisahkan, bahwa dirinya menekuni dunia hiburan malam berawal dari ajakan temannya, tepatnya sekitar lima tahun silam. Saat itu usianya masih belia, yakni 15 tahun.
“Awalnyo cubo-cubo sih, nuruti ajakan kawan. Tapi lamo-lamo mulai menikmati,” ungkap TR, dengan raut muka mesem-mesem, Kamis (13/9/17) dinihari.
TR mengaku, dalam menekuni profesinya ini, ia hanya sekedar menemani pengunjung cafe menjadi wanita penghibur, dan bukan melakukan prostitusi. Selama menemani pengunjung, dirinya tidak mematok tarif yang harus dibayarkan kepadanya, melainkan seikhlasnya.
“Aku dak matok tarif. Berapo bae dikasih wong ku ambek. Ado yang Rp.50 ribu, ado yang Rp.100 ribu. Macem-macem,” tuturnya.
Mengenai tertangkapnya ia dalam razia ini, TR mengaku kapok. Usai dibebaskan, dirinya mungkin akan pulang kembali ke kampung halamannya di Kota Pagaralam.
“Aku nak nyari gawe lain bae. Yang tentunyo dak beresiko cak ini”, rencana TR.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





