banner owner
utl
iklan
iklan ut
hd
iklan ut1
Home / HUKUM & KRIMINAL / KARENA EPILEPSI RIKA AKHIRI HIDUP DENGAN GANTUNG DIRI

KARENA EPILEPSI RIKA AKHIRI HIDUP DENGAN GANTUNG DIRI

Author : DARMAWAN

Pseksu, LhL – Diduga karena mengalami penyakit epilepsi yang tak kurun sembuh, seorang IRT (Ibu Rumah Tangga) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Kejadian aksi bunuh diri tersebut terjadi sekira pukul 15.00 wib, bertempat di Desa Sukajadi, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat.

Dari data yang dihimpun di Polres Lahat, IRT tersebut bernama Rika (25) binti Sri, warga Desa Sukajadi, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat, dirinya melakukan aksi tersebut di kediamannya.

Terungkapnya, aksi nekat korban ini berawal saat saksi Rita Mardalena (39) binti Jamlianto, yang berprofesi sebagai seorang tani, warga Desa Sukajadi Kecamatan Pseksu akan mengantarkan sayuran ke rumah korban setibanya saksi di rumah korban, terdengar anak perempuan korban bernama Marisa (1,5) menanggis dari dalam rumah, lalu marisa memanggil nama korban namun korban tidak menjawab.

Baca Juga  Audit Pendahuluan, Kemanakah Uang Miliyaran Rupiah di Desa Ulak Pandan Itu Pergi..?

Mendengar suara dan susana yang tidak wajar, lalu marisa langsung masuk kedalam rumah dan mendapati korban dalam keadaan posisi tubuh kaku dengan kondisi leher menggantung dan terikat tali nilon.

Mendapati hal tersebut, saksi langsung memberi tahu warga di sekitar rumah korban. Karuan saja warga langsung mendatangi rumah korban untuk melakukan pertolongan, Mahori (50) salah satu warga setempat, langsung memotong tali yang terikat di antara tubuh korban dan kayu balok rumah korban.

Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi SIK melalui Kasubag Humas Polres Lahat AKP Djoko membenarkan perihal kejadian tersebut. 

Baca Juga  KEJUARAAN "KAPOLRES CUP XI" DIIKUTI ATLIT SE-SUMBAGSEL

“Pada saat korban ditemukan bunuh diri di dalam rumahnya, korban bersama dengan anak perempuannya yang berumur 1,5 tahun. Sedangkan suami korban tidak berada di rumah, karena sedang ke kebun”, beber Djoko.

Ditambahkan Djoko, sebelum kejadian bunuh diri hari ini, di penghujung tahun 2016 lalu, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri, tapi bisa dihentikan suami korban yang saat itu mengetahuinya.

“Karena penyakit epilepsi tersebut, bulan Desember tahun lalu korban sempat mencoba melakukan aksinya, namun gagal karena kepergok suaminya.Saat ini jenazah korban sudah diurus keluarganya”, tutup Djoko.

Editor : YADI

Check Also

Sanderson : Jangan Hanya Marah Disebut “Bupati Paok”, Buktikan Program Tebat Benar-Benar Menguntungkan Rakyat

Author : Release LATAT, LhL – Polemik sebutan “Bupati Paok” yang dialamatkan kepada Bupati Lahat, …

SMM Panel

APK

Jasa SEO