Author : HENDRIADI
MERAPI TIMUR, LhL – Pedagang buah duku musiman masih banyak terlihat di jalan lintas sumatera tepatnya di Desa Arahan Kecamatan Merapi Timur, padahal saat ini buah duku tersebut sudah hampir habis masa panennya,
Damsiah salah seorang pedagang duku mengatakan, musim duku tahun ini tidak terlalu banyak buahnya dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga harga duku cukup mahal waktu pertama musim panen harga duku berkisar Rp 20,000; per kilogram setelah membanjiri pasar buah duku berangsur turun hingga seharga Rp 15,000; per kilogram sampai saat ini masih bertahan, apalagi sekarang ini buah duku sudah hampir habis masa panennya.
“Untuk wilayah Desa kami sendiri buah duku bisa dikatakan sudah habis masa panennya, buah duku yang kami jual saat ini di pasok dari Desa Ujan Mas kecamatan Muara Enim, yang mana setiap dua hari sekali buah tersebut si antar kelapak,” ungkap Damsiah saat di wawancarai oleh crew LhL, Minggu (15/01).
Dirinya mengucapkan, modal per kilogram dibeli dari penjual berkisar dengan harga Rp 13,000; per kilogram yang sudah dikemas kedalam karung ukuran 25 kilogram, nantinya duku tersebut dipisah antara yang besar/super dan kecil.
“Duku kualitas super kami jual dengan harga Rp 18,000; per kilogram sedangkan kualitas sedang kami jual dengan harga Rp 15,000; per kilogram, sasaran kami adalah pengendara yang melintas, biasanya mereka beli buat dinikmati sembari meneruskan perjalanan,” ungkapnya.
Disisi lainnya Iwan (40) tahun warga Lampung yang hendak menuju Bengkulu mengatakan, dirinya sengaja membeli duku buat oleh-oleh selain itu, untuk dinikmati di perjalanan, dirinya sengaja membeli banyak sebab duku yang di jual rasanya manis.
“Sengaja saya beli buah duku lumayan banyak, selain untuk di makan di perjalanan, saya beli juga untuk oleh-oleh keluarga di bengkulu,” ungkapnya.
Editor : YADI
Lahat Hotline





