LAHAT, LhL – Akibat ulah bejat seorang oknum guru, Dunia pendidikan dikabupaten Lahat kembali tercoreng. Pasalnya, guru berstatus PNS AT (Inisial-red) yang berbuat mesum dengan anak dibawah umur Rj (inisial-red) warga kecamatan kikim selatan yang berstatus pelajar kelas VIII disalah satu SMP Negeri dikabupaten Lahat.
Ironisnya, selain dilakukan didalam mobil inova milik AT, hal ini dilakukan dimalam ramadhan saat umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa, Selasa (21/6), dan digerebek anggota Polsekta kikim timut dijalan lintas desa Gunung Kerto, Kecamatan Kikim Tiur, Kabupaten Lahat.
Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur Eka, SIK melalui Kasat Reskrim Lahat Arif Mansyur, SIK dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan oknum guru PNS yang sedang berbuat mesum dipinggir jalan. Kedua pelaku ditangkap beserta barang bukti berupa dua Kondom beserta mobil Inova milik pelaku AT. “Benar, saat ini pelaku sedang diproses hukum, saat anggota Polsek kikim Timur menggerebek keduanya dalam kondisi setengah bugil sambil bermadu cinta,” ujarnya.
Dijelaskan Arif saat ini, untuk kasusnya sedang ditangani pihak kepolisian dan terkait Rj yang masih anak dibawah umur, tentu akan ada hukuman lain. “Untuk kasusnya sedang dilakukan penyelidikan, namun yang pasti ada ancaman pelanggaran hukum terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh AT,” terangnya.
Menurut Ketua LPPA Lahat M Aplitara Gumay, pihaknya sangat menyayangkan atas ulah yang dilak Dilakukan oleh AT, terlebih lagi terjadi pada bulan ramadhan dan dilakukan terhadap anak dibawah umur. Meskipun, belum ada pihak yang melaporkan namun LP3A tetap akan menuntut mengingat RJ masih dibawah umur dan berstatus pelajar SMP. “Kasus ini sangat serius, kita berharap agar tindakan tegas yang sesuai dengan hukum untuk oknum guru ini. Agar kedepan tidak ada lagi oknum guru yang memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat,” ucapnya.
Sedangkan Ketua Komisi IV bidang pendidikan Marwan Arsiansyah menuturkan, dinas terkait harus segera melakukan tindakan tegas terhadap ulah oknum yang mesum selama bulan suci ramadhan. Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar mencarikan solusi untuk mengurangi tindak kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur”, jelas kejadian ini telah mencoreng nama baik pendidikan di Lahat. Namun kita tidak mau buru-buru, kita koordinasikan dulu dengan dinas terkait akan pengakuan oknum guru tersebut,” pungkasnya.
Photo. : (Ilustrasi)
Naskah : Mans)
Lahat Hotline





