Author : Man
LAHAT, LhL – Besarnya tanggung jawab dalam melakukan pengawasan terhadap semua tahapan Pilkada, membuat potensi godaan bagi anggota Panwascam melupakan tugas dan integritas semakin besar. Oleh sebab itu, seluruh anggota Panwascam harus memiliki rasa takut agar tahan dari godaan dan melaksanakan amanah yang diberikan dengan sebaik mungkin.
Hal ini seperti yang diutarakan mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Lahat periode 2012-2014 Delly Kurniadi Lani, SH saat menjadi pembicara dalam Bimtek anggota Panwascam di Balroom hotel Grand Zuri Lahat, Jum’at (8/12) pukul 20.45 Wib. Menurutnya, koordinasi dengan Panwaskab dan menjalin kekompakan sesama Divisi, harus dilakukan agar dapat mengantisipasi pelanggaran yang terjadi, agar tidak masuk keranah hukum.
“Jika seluruh Divisi hingga ke tingkat bawah (PPL-red) benar-benar bekerja, maka potensi pelanggaran yang hendak dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab dapat diantisipasi. Bahkan pelanggaran yang dilaporkan dapat diselesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam undang-undang pemilu,” ujarnya.
Sementara itu, Nara sumber Stratrgi pengawasan pemilu Drs. Tatahudin menuturkan, agar fungsi pengawasan dapat berjalan dengan baik maka koordinasi dan Komunikasi dengan PPK (Panitia Pemilih Kecamatan) harus baik, karena sebagai manusia tentu PPK akan merasa risih jika tugasnya diawasi oleh Panwascam. Suksesnya pelaksanaan Pilkada dan Pilgub Sumsel tidak terlepas dari peran para penyelenggara, sehingga sinergi dan integritas bahkan netralitas harus dimiliki.
“Setiap tugas yang dilakukan diatur dalam undang-undang, sehingga harus benar -benar profesional, masing -masing Divisi harus menguasai undang-undang. Karena potensi kerawanan pelaksanaan Pemilu tidak menutup kemungkinan bisa terjadi,” pungkasnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline






