Author : REPI BLACK
PAGARALAM, LhL – Sidang mediasi terkait kisruh jalan Lingkar Barat Kota Pagaralam yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri Pagaralam, Rabu (06/09) berjalan alot, bahkan dua orang perwakilan warga memilih Walk Out (WO) dari sidang dikarenakan kurang puas dan tidak sreg.
Pada sidang mediasi itu, warga selaku penggugat diwakili oleh kuasa hukumnya Wideriah SH, sementara dari pihak Pemerintah Kota Pagaralam selaku tergugat diwakili oleh jaksa negara.
Menurut Kodriansyah yang merupakan salah seorang perwakilan warga yang keluar dari ruang sidang mengatakan, Pemerintah Kota Pagaralam terlihat seolah sengaja mengulur ngulur waktu.
“Sidang mediasi hanyalah akal-akalan Pemkot untuk mengulur waktu dan buang energi semata, karena yang kami inginkan adalah kepastian,” tegasnya.
Tidak lama, warga pun terlihat mulai terpancing emosi, namun kemarahan warga bisa dibendung dengan penjelasan Wideriah. Dimana jaksa meminta agar warga membuat proposal harga tanah, karena kalau mengacu dengan harga NJOP tentu ditolak oleh warga dan dinilai hanya menguntungkan Pemkot dan tidak berpihak kepada warga.
“Arahan majelis hakim akan kita siapkan dan penuhi, dan proposal yang diminta akan diserahkan hari Jumat (08/09) kepada jaksa,” terang Wideriah
Dilanjutkan Wideriah, dirinya menolak keinginan jaksa untuk menunda persidangan hingga dua minggu kedepan. “tentu kita tolak. Silahkan proposal dari warga disampaikan oleh Jaksa ke Walikota dan dibahas dengan DPRD Kota Pagaralam,” imbuhnya.
Dia mengharapkan, sudah ada jawaban yang pasti dari pihak tergugat dalam waktu singkat. “Secepatnya ada jawaban yang pasti dari tergugat, kalau tidak ada kesepakatan maka sidang kita lanjutkan dan jangan tunda tunda lagi. Bila perlu dihadirkan warga saat di DPRD sesuai kebutuhan akan saya siapkan, agar ada titik temu yang sama sama menguntungkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Aan, salah seorang warga lainnya menilai, harga tanah yang hanya Rp.14.000 per meter sangatlah tidak masuk akal. “masa tanah kami hanya dihargai Rp.14.000 per meter,” ungkapnya menggerutu.
Editor : ZADI
Lahat Hotline





