Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Home / HUKUM & KRIMINAL / Proyek Kolam Ikan Terindikasi Rugikan APBD Lahat

Proyek Kolam Ikan Terindikasi Rugikan APBD Lahat

Author : Jang

LAHAT, LhL – Dinilai karena kurang matang persiapannya, proyek kolam ikan Tebat Mbahangan di Desa Penandingan Kecamatan Mulak Sebingkai Kabupaten Lahat, jadi Gagal Total (Gatot) alias sia-sia.

Berdasarkan data dari laporan Panitia Khusus (Pansus) dalam Laporan Pertanggung-jawaban (LKPJ) Bupati 2025 yang disampaikan di Rapat Paripurna DPRD Lahat pada Maret 2016, ada beberapa item kegiatan yang tidak berkesesuaian dengan fakta di lapangan.

Pada rencana awal, pemanfaatan kolam tersebut dibantu oleh APBD Lahat senilai Rp.387.500.000 untuk pembelian 500.000 ekor bibit ikan nila. Kemudian Pakan Ikan sebanyak 60.000 Kg/60 ton dengan nilai Rp.1.320.000.000. Protein 30-35 persen sebanyak 13.000 Kg / 13 ton senilai Rp.351.000.000, Protein 39-41 persen sebanyak 3.000 Kg/3 ton bernilai Rp.90.000.000. Total pakan ikan sebanyak 76 ton.

Jika dari total anggaran anggaran bibit dan pakan Rp.2.148.500.000 yang telah dikeluarkan oleh Pemkab Lahat tersebut, muncul estimasi hasil produksi panen pada bulan Juni 2026 sebesar Rp.3.000.000.000 (Tiga Miliyar Rupiah). Sebab rinciannya 0,7 Kg Pakan Ikan akan menghasilkan 1 Kg ikan, artinya kalau pakan sebanyak 60 ton, maka akan menghasilkan 100 ton ikan dengan rincian 100.000 Kg ikan dikali Rp.30.000 harga pasaran.

Baca Juga  CURI KOTAK AMAL, 3 PEMUDA INI DIKERANGKENG POLISI

Menurut Nopran Marjani, S. Pd selaku Anggota DPRD Kabupaten Lahat, kekeliruan pada perencanaan, kolam baru akan dinormalisasi berbarengan dengan pengadaan bibit. Sehingga bibit ikan tidak bisa secara langsung menyeluruh ditaruh di kolam tersebut, hal ini membuat bibit ikan jadi stres dan mati.

“Semestinya, jadikan dulu kolam baru besan bibit dan pakannya”, terang Nopran.

Terkait jumlah bibit, Ia menduga, bibit tersebut hanya dibelikan sekitar 5000 ekor. Sebab kalau memang bibit dibelikan sesuai dengan laporan Pansus sebanyak 500.000 ekor, lalu kenapa pakan ikan masih banyak tersisa.

“Nah, di sini saja sudah patut diduga ada kejanggalan dalam hal pengadaan bibit. Kalau memang 500.000 ekor bibit ikan yang dilepas, maka tidak mungkin pakannya masih banyak tersisa. Kalaupun ada yang mati, paling juga cuma 20 persen. Artinya 20 persen dari 500.000 itu masih tersisa sekitar 100.000 ekor. Yang jadi pertanyaan, ke mana sisa bibit itu..?”, kata dia penasaran.

Baca Juga  Sambut Hari Bhayangkara Ke- 76, Polsek Jarai Gelar Bakti Sosial Perbaiki Masjid Yang Terkena Musibah Puting Beliung

Mengenai hasil panen yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, hasil produksi dikabarkan hanya berkisar 2 ton ikan. Sedangkan estimasi 100 ton. Kalau dijual dengan harga Rp.30.000 perkilo, maka akan muncul hasil 3 miliyar rupiah.

“Artinya kalau pengelolaannya benar serta sesuai arahan dan harapan Pak Bupati Lahat, maka dari modal Rp 2.148.500.000, masyarakat akan mendapat keuntungan lebih-kurang 1 miliyar dari 3 miliyar hasil penjualan itu”, ungkap kader Partai Gerindra ini saat dikonfirmasi pada Rabu (8/7/26).

Nopran menambahkan, perhitungan dari hasil 2 ton produksi ikan itu dikalikan harga Rp.30.000 perkilo, maka akan timbul hasil hanya Rp.60 juta. Sementara modal awal lebih dari 2 miliyar, di sinilah letak indikasi kerugian APBD Lahat akibat kurang matangnya perencanaan proyek tersebut.

“Dugaan saya, kalau tidak salah hitung, sebesar Rp.2.088.500.000 minus. Dan di sinilah kerugiannya, karena dana APBD dikucurkan dengan sia saia saja”, tutup Nopran.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan investigasi ke lapangan. Hal ini dilakukan guna memastikan, seperti apa cerita sebenarnya hingga proyek ini menjadi gagal.

Editor : RON

Check Also

Mahasiswa Cipayung Plus Lahat Gelar Aksi, Desak Bupati Copot Kepala Kesbangpol

Author : Yoki SMSI LAHAT, LhL – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten …

SMM Panel

APK

Jasa SEO