Author : Prima
EMPAT LAWANG, LhL – Memasuki dua pekan di tahun 2019 , yang identik dengan tradisi serba – serbi baru .Namun tidak seperti yang diharapakan oleh Petani Karet di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.
Pasalnya dari tahun 2018 lalu sampai saat ini harga jual karet di Tingkat Petani tidak mengalami kenaikan harga Jual.
Hal tersebut diungkapkan Subhan Salah Satu Petani karet yang masih bertahan sebagai petani karet di saat yang lain sudah banyak pindah profesi lain karena di nilai propesi tersebut sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari – hari lagi.
“Entah apa yang menjadi penyebab harga jual hasil getah karet yang menjadi sebagian besar mata pencarian di Kecamatan Tebing Ini tidak ada perubahan masih di harga Rp. 4.500 perkilo ,”Jelas Subhan , Selasa (15/1).
Dikatakannya, dengan harga jual tersebut tentu sangat tidak seimbang dengan harga Sembako di Pasar. Dan kebutuhan rumah tangga yang lainnya termasuk biaya anak sekolah dan lain sebagainya.
“Kawan saya sudah banyak yang alih propesi karena sudah tidak mencukupi lagi menjadi petani karet, ada yang menjadi tukang ojek, kuli bangunan dan buruh lepas. Mengingat ini musim hujan jadi tambah sulit bagi petani untuk mengumpulkan hasil getah,”Ungkapnya kepada wartawan.
Sementara itu, Sadat salah satu pengepul Karet di Kecamatan Tebing Tinggi mengatakan memasuki lekan kedua di tahun 2019 belum ada perkembangan atau kenaiakan harag jual karet di Tingkat petani.
“Belum, Belum ada kenaiakn harga karet, masih harga 2018 lalu yaitu kisaran Rp. 4.500 sampai Rp . 5.000 rupiah perkilo tergantung dengan kwalitas getah karet dan banyaknya jumlah yang dijual petani , semakin banyak itu bisa kita bantu sedikit harganya,”Jelasnya.
Editor : Ahmad
Lahat Hotline






