Author : Repi Black
PAGARALAM, LhL ~ Berdasarkan pengakuan komisaris merangkao direktur PT. Ayek Besemah, Ratna tidak pernah memberikan laporan keuangan, apakah perusahaan air kemasan Produk ARPA untung atau sebaliknya. Selain juga tidak pernah ada gelar rapat umum pemegang saham (RUPS). walaupun sudah beroperasi selama 11 tahun yang mayoritas sahamnya dari Pemkot Pagaralam yakni sebesar 70 persen.
Pengakuan ini diperoleh saat.Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni melakukan kunjungan kerja ke PT.Ayek Besemah,Rabu (26/09/18).
Menurut Ratna, hal ini terjadi karena atas perintah Walikota sebelumnya, yakni Djazuli Kuris dan Ida Fitriati.
“Biar merugi asal tetap eksis, kata pak Djazuli dan tidak perlu setor PAD, tapi bayar hutang perusahaan ke bank kebijakan Ida.” beber Ratna.
Dilanjutkan Ratna kepada wartawan di lokasi, tidak beroperasinya perusahaan air kemasan ARPA karena masalah perizinan dan bahan baku yang mahal.
“Tidak seimbang dengan biaya produksi bahan bakunya.”katanya.
Hingga detik detik stopnya produksi Juni lalu, pihaknya masih hutang dengan supplier kisaran Rp.600 juta, namun dapat dipertanggungjawabkan.
“Ya… Perusahaan punya hutang sebesar 600 juta dan karyawan dirumahkan.” pungkasnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline







