Author : Ganda/ Mek
LAHAT, LhL – Atlet Olaraga penyandang disabilitas Kabupaten Lahat “Nasional Paralympic Committe (NPC) Indonesia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat persamaan derajat dengan Komite Olaragah Nasional Indonesia (KONI) baik dari penganggaran pembinaan organisasi, honor, vitamin dan bonos dari hasil kerja keras setiap atlet di setiap cabang Olaraga.
“Itu jelas berdasarkan surat No:08/RA/2015 oleh Menpora, sayangnya Pemkab Lahat belum memberikan poin-poin tersebut pada kita di MPC Indonesia Kabupaten Lahat”,Kata Ketua MPCI Kabupaten Lahat Rohmansyah didampingi beberapa anggotanya Rabu (18/04/18).
Pada Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) I 2017 Sumsel 2017 di Kabupaten Muara Enim, dari 5 cabang Olaraga yang kita ikuti, empat cabang meraih prestasi ditambah dari cabang atletik mampu meraih medali 7 mas, 16 perak dan 5 perunggu.
“Itu pritasi kita meski dalam keberangkatan ngutang sana sini untuk menutupi kekurangan bantuan dari Pemkab Lahat melalui Dispora untuk biaya Pelatih, Opiasil dan atlet selama bertanding”,Ungakapnya yang juga diiyakan anggota lainnya.
Usai membanggakan Kabupaten Lahat diposisi 6 besar Se Sumsel dengan dana cukup minim berharap besar akan janji kepala Dinas Dispora pada pelaepas atlet yang dijanjikan bilah mendapatkan prestasi akan ada bonus dari Pemkab Lahat.
“Sayang itu hanya janji. Kita pertanyakan kepada mereka tunggu dulu masih tahap diajukan dan diusahakan yang akhirnya kata-kata yang kita terima dananya tidak ada karena kas Pemkab Lahat kosong”,Kata Kadis Dispora Pemkab Lahat kepada kita.
Yang menjadi pertanyaan kita di MPC Kabupaten Lahat, atlet-atlet KONI, Bonos atlet peraih medali mereka telah diberikan, sementara kita seperti dianak tirikan baik dari anggaran kegiatan pertahun kita, apa lagi bonos pretasi kita.
“Kita minta perhatian Pemkab Lahat kepada MPCI Kabupaten Lahat bisa seperti di daerah-daerah lain. Khusunya bonus atlet, kita tetap tagi daninta rilisasinya dari Pemkab Lahat guna menutupi hutang hutang kita pada saat mengikuti Peparprov 2017 kemaren”,Pungkasnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





