Author : Repi Black
Pagaralam, LhL – Gelaran Pekan Olahraga Propinsi (Porprop) tahun 2017 yang dipusatkan di Palembang, tepatnya 18 Oktober hingga 27 Oktober menyisahkan kegalauan dan kecewaan mendalam bagi sejumlah atlit, utamanya atlit Biliyard Pagaralam. Pasalnya, bonus yang mereka terima dari KONI Pagaralam tidak sebanding dengan upaya yang ditempuh untuk memperoleh medali.
“Untuk medali Perunggu bonusnya hanya sebesar Rp.500 .000,_”jelas Moko salah aatu atlit biliyard pad Minggu (01/04/18), saat gelaran kontes bonsai di Besh Dempo Flower.
Menurut Miko, sangatlah tidak cocok bonus yang diterima oleh atlit biliyard, Karena itu dimintakan kepada KONI, untuk membuat laporan keterangan pertanggungjawaban mengenai dana hibah sebesar Rp.1,5 Miliyar yang digunakan pada Porprov tahun 2017 lalu.
“Mengingat dana hibah yang digelontorkan oleh Pemkot Pagaralam kepada KONI untuk olahraga tidaklah sedikit. Belasan miliyard rupiah dana hibah KONI.” jelasnya.
Atlit yang berprestasi, sebut dia, harus dihargai dan jangan asal kasih bonus yang tak setimpal.
“Bagaimana atlit mau berprestasi, bila bonusnya tidak setimpal, kan miris.
Sementara di Kabupaten Pali, atlitnya berbangga dan akan terpacu berptestasi, karena bousnya besar. Tidak seperti di kita, yang hanya Rp.500 ribu dengan medali perunggu”, bandingnya.
Mereka (atlit_red), lanjut Miko, sudah latihan siang malam tak kenal waktu demi membanggakan Pagaralam.
“Sangat disayangkan perhatian KONI sangat minim”, pungkasnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline






