banner owner
utl
iklan
iklan ut
hd
iklan ut1
Home / LAHAT / Kecamatan Merapi Barat / PEMDES ULAK PANDANG, BANTAH “PELANCU MINIM SARANA”

PEMDES ULAK PANDANG, BANTAH “PELANCU MINIM SARANA”

Author : Ron

MERAPI BARAT, LhL – Terkait munculnya pemberitaan di salah satu media Online dengan judul Minimnya “Sarana, Pelancu Mulai dikeluhkan” pada hari Senin tanggal 23/1/18) kemarin, pihak pengurus wahana wisata Pelancu melalui Kasi pemerintahan Desa Ulak Pandan, Dedi iswarlan didampingi Rian Alfarizi selaku kesi pembangunan menanggapi dan membantah berita tersebut.

Menurut Dedi, pertama memberitakan bahwa pihak pengelola mulai mencari keuntungan pribadi dengan banyaknya mengajukan proposal dan usulan renovasi ke pihak swasta dan Pemerintah Desa sudah menganggarkan DD melalui BUMDes, semua itu tidak benar.

“Karena sampai saat ini kami belum mengajukan proposal apapun ke pihak swasta, dan belum menggunakan dana desa dalam pengembangan pelancu. Sebab, kami masih menggunakan dana dari pemasukan pelancu itu sendiri. Dana desa direncanakan baru dianggarkan tahun 2018, saat musdes kemarin sudah kami usulkan”, bantah Dedi.

Terus terkait pemberitaan Pengelolaan parkir yang tidak memberikan kontribusi Pendapatan Asli daerah (PAD), dijelas Dedi, bahwa pihaknya memberdayakan Karang Taruna dalam perkerjaannya, sehingga uang parkiran itulah yang digunakan Karang Taruna untuk makan, minum, ketertiban serta keamanan parkiran.

“Karena pengelolaan parkiran tidak dikelola oleh Pelancu, tetapi dikelola secara mandiri oleh pemilik tanah dengan memberdayakan karang Taruna sebagai tenaganya. Kontribusinya jelas, kami memberdayakan karang taruna untuk mengurangi penganguran dan membuka lapangan kerja bagi Karang Taruna, karena dikelola secara mandiri wajar kalau anggaran itu digunakan untuk mereka” beber dia.

Baca Juga  PANGDAM II SRIWIJAYA TINJAU PROTOTIPE PENGAIRAN SAWAH (ITPS) TANPA LISTRIK

Selanjutnya terkait pemberitaan belum adanya penambahan dan tidak adanya pembangunan di Pelancu dianggap begitu-begitu saja, Rian menambahkan, pihaknya beranggapan itu tidak sepenuhnya benar.

“Jangan paksa kami jadi bocah ajaib yang baru berumur beberapa bulan saja sudah harus sempurna, apalagi kami membangun ini mengedepankan swadaya dan gotong-gotong dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat”, cetus Rian menambahkan.

Yang terpenting menurut Rian, pihaknya belum menggunakan dana pemerintah, pengurus Pelancu akan terus berupaya, agar pelancu itu lebih baik. Ia bertanya, saat pihaknya berbuat secara mandiri, kenapa harus dipermasalahkan..?. Justru itu menunjukkan jiwa muda para pengurus Pelancu yang ikut berperan aktif dalam pembangunan desa ini.

“Dengan adanya Pelancu sebagai destinasi wisata, pelancu juga menjadi ruang untuk memberdayakan Karang Taruna dan warga dalam mencari rejeki. Hampir 70 pemuda yang diberdayakan disini. Ada 10 PKK dan belum lagi warga yang berjualan mencari rejeki tanpa kami pungut biaya”, sebutnya.

Senada, Nopri selaku Kaetua Karang Taruna Desa Ulak Pandan menjelaskan, untuk pengelolaan tiket masuk serta wisata air, perlu dijelaskan juga bahwa dari tiket masuk itulah untuk operasional, honor, pengembangan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang semuanya dikelola langsung oleh Karang Taruna.

Baca Juga  HARI INI WARGA DESA MERAPI PILIH PLT KADES

“Sebab merekalah yang bekerja selama ini. Sedangkan wisata air, kami bekerjasama dengan warga dengan bagi hasil “, ujar Nopri.

Satu hal lagi, dikatakan Nopri, terkait pemberitaaan yang ada itu sangat tidak seimbang. Karena steatmen saya ujar Evan Yusup Selaku Ketua BUMDes dipotong-potong. Seperti kata-kata ini “silakan temui kami langsung jika mau konfirmasi, pengembangan dan pemasukan kami sudah lumayan semoga tidak ada niat untuk ngusili karna pacak saling usili”.

“Yang sesungguhnya, pewarta WA dengan pertanyaan “jadi membangunnya makai dana apo ndo pacak ado warna-warni tu,,,krn ati2 banyak rekan kami yang nak ngusili kamu didusun tu jd segalo caro dio buat laporan kaleng keMedia baik cetak/elektronik dan saya jawab “Silakan rekan2 langsung konfirmasi ke kami/ketemu…proses pengembangan pemasukan kito sudah lumayan Semoga tidak kalau niat ngusili, pacak kele kite saling usili tp kalau niatnye nak tau kemajuan dan pengembangan nah itu baru mantap..krn pelancu belum tersentuh dana add, pemda apolagi kami jugo belum mengajukan proposal ke pihak ke 3″, itu keliru”, itu yang sebenarnya.

Dijelaskan Nopri, pewarta juga tidak ke lokasi Pelancu untuk langsung melihat situasi dan kondisi pelancu saat ini, foto yang ditampilkan juga foto lama.

“Karena itu foto saat kami awal merintis pembuatan pelancu”, demikian Nopri.

Editor : Zadi

Check Also

Disdikbud Lahat Sosialisasi Prasasti Sungai Duren

  Author : Sofi, LhL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lahat, melaksanakan kegiatan sosialisasi …

SMM Panel

APK

Jasa SEO