Banner Juni
banner owner
utl
bijak
iklan ut
Banner pemprov Juni
iklan ut1
Screenshot_20260820_204927
Screenshot_20260820_204958
Home / LAHAT / Kecamatan Kota Lahat / DIDUGA SELAIN TIDAK ADIL DALAM MEMPERLAKUKAN SISWA, GURU MTs INI JUGA MENYENGGOL PROFESI WARTAWAN DAN LSM

DIDUGA SELAIN TIDAK ADIL DALAM MEMPERLAKUKAN SISWA, GURU MTs INI JUGA MENYENGGOL PROFESI WARTAWAN DAN LSM

Author : Bala

LAHAT, LhL –  Seperti diketahui, bahwa guru diberikan tugas untuk menjadi orang tua bagi anak di lingkungan sekolah, menjadi pengajar melindungi dan mendidik. Namun, sebaliknya tidak dirasakan oleh “A” seorang siswa kelas 8 Madrasa Tsanawiyah (MTs) Negeri Kabupaten Lahat, lantaran mengadukan kenakalan temannya dikelas, siswa ini bukanya mendapat perhatian dan perlindungan, malah diberi sanksi bahkan diancam akan dikeluarkan dari sekolah.

Awalnya diketahui A sering dimintai uang oleh 4 teman dikelasnya dan sering diperlakukan kasar oleh teman-temanya, lalu ia melaporkan kejadian itu kepada ibunya “D”. Kemudian, orang tua A mendatangi wali kelas A yang bernama Erni di sekolah, untuk menyampaikan kenakalan beberapa siswa di sekolah tersebut yang kerap berimbas pada anaknya.

Alih alih mendapat perhatian A malah dikenakan sanksi, bahkan ibu A mengaku sempat disambut dengan kata kasar oleh guru disekolah ini. A malah disuruh menulis pernyataan tidak akan mudah memberikan uang jika diminta oleh temannya, dan jika kembali memberikan uang akan dikeluarkan dari sekolah, itulah salah satu pernyataan dari tiga penyataan yang dibuat oleh A.

Ibu A mengaku kecewa dengan tindakan pihak sekolah, namun dirinya tidak berdaya, bahkan salah satu guru lainnya terang terangan menyalahkan A sebagai biang kenakalan.

“Badan anak aku tu kecik dari pada budak empat itu, kok malah anak aku yang disuruh buat pernyataan,” tukasnya menyangkal tuduhan guru terhadap anaknya yang dianggap biang keributan.

Sambil mempraktekan ibu ini juga mengaku di hadapannya, sang guru juga sempat menarik anaknya yang berpegangan di pinggangnya yang terlihat ketakutan karena dianggap bersalah.

Baca Juga  CARUT-MARUT TATA KELOLA PARKIR, HILANGKAN POTENSI PAD

“Sini tegak disini yang tegap, awak lalang lebay nian kau ni,” tambahnya menirukan perlakukan tidak baik yang didapatnya di sekolah anaknya tersebut.

Ada satu hal lagi yang selalu diingat D yang diucapkan walikelas A.

“Kalo nak nyari kebenaran samo tuhan bu,” dengan nada sinis, tuturnya menirukan ucapan yang guru.

Tak sampai disitu, usai didatangi orang tua ke sekolah sang wali kelas sempat menyatakan di depan seluruh siswa di kelas A bahwa kalau ada apa apa jangan mudah mengadu kepada orang lain.

“Jangan seperti A, anak mami, makan disuapin mandi di dimandiin,” ujar A menirukan sang guru.

Parahnya, pernyataan itu menjadi ejekan teman sekelas kepada A. Bahkan menurut pernyataan A sang guru bernama Erni itu, juga pernah mempersilahkan jika ada siswa yang akan mengadu kepada wartawan dan LSM. Menurut dia, hal itu bukanlah hal mudah, lantaran untuk menghadirkan wartawan dan LSM perlu uang yang banyak.

January, Ibu A tidak mepermasalahkan kenakalan yang dialami sang anak, kekecewaan Ibu malah terhadap sikap pihak sekolah yang dianggap tidak bijak, ia juga sempat menghubungi Kepala Sekolah agar masalah sang anak dapat diselesaikan.

Namun, Kepala Sekolah juga tidak memberikan solusi, bahkan terkesan tidak perduli. Tidak hanya itu, sekolahpun mengungkit ungkit nilai beberapa pelajaran yang diikuti A, yang dianggap tidak memenuhi ketuntasan. Akhirnya D kini memindahkan sang anak ke sekolah lain. 

Baca Juga  BUPATI LAHAT LEPAS PAWAI TAKBIR KELILING IDUL ADHA 1440 H

“Aku raso dak layak lagi ya anak aku sekolah disitu, kalo memang anak aku bodoh seharusnyo sekolah yang tau solusinyo, kan selamo ini sudah aku serahken ke sekolah itu untuk pendidikan anak aku,” Tukas Ibu A dengan nada sedih.

Erni Yusnita SAg, saat dikonfirmasi terkait keterangan A menyangkal semua tuduhan dan menganggap semua tuduhan itu adalah bohong. Tidak memberikan keterangan yang panjang, Erni hanya menggelengkan kepala saat ditanya terkait laporan itu.

Terlebih ketika disinggung pernyataannya yang berhubungan dengan profesi wartawan. “Tidak ada pak,” kilah Erni sambil menggelengkan kepala dan sedikit agak gugup, Selasa (05/12/2017).

Menyikapi hal tersebut, Jakio S. Pdi, selaku Wakil Kepsek Bidang Kesiswaan menambahkan, hal seperti itu adalah salah satu tantangan guru di dalam mendidik. Dirinya berharap, agar untuk menyelesaikan masalah ada baiknya semua pihak bertatap muka dan duduk bareng.

“Memang jika ada masalah harap diselesaikan kedua belah pihak dengan duduk bareng,” tutupnya.

Disisi lain, Adi, sebagai salah seorang wartawan mengingatkan, agar guru dimana pun berada, ketika ada masalah dengan siswa agar tidak membawa bawa profesi orang lain.

“Emang ibu kenal sama saya, saya wartawan loh, apakah saya pernah minta uang sama ibu, atau pernahkah ibu memberikan uang sama saya dan wartawan lain, jadi tolong jangan bawa bawa profesi kami sebagai wartawan,” tegas Adi mengingatkan guru bersangkutan yang didampingi wakil kesiswaan MTsN Lahat

Editor: Zadi

Check Also

Widia Ningsih : Semoga Pengurus IPPAT MP2EL dapat Menambah Sinergitas dengan Pemerintah Daerah

Author : Jang LAHAT, LhL – Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih, SH, MH menghadiri kegiatan …

SMM Panel

APK

Jasa SEO