Author : Repi Black
# Sawah warga terancam gagal panen!!!
PAGARALAM, LhL – Untuk kesekian kalinya, warga dusun Jokoh Kelurahan Jokoh dan Pelang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah, terpaksa menelan pil pahit soal ganti rugi sawah, lahan dan tanam tumbuh akibat pembangunan saluran Skunder Irigasi Lematang yang dikerjakan oleh PT. Nadya Karya (NK).
Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam saat pertemuan dengan warga di Balai Kecamatan setempat Rabu (22/11) diwakili oleh Sekda Kota Pagar Alam Syafrudin, Assistant I,Assistant II, Kepala Dinas PUPR, pihak kecamatan, perwakilan dari PTNK dan Balai Besar.
Harapan warga mulai sirna karena Pemkot meminta agar warga menyerahkan lahan mereka, sementara pembahasan rupiah permeter dan tanam tumbuh dikesampingkan. Pihak Pemkot hanya menyodorkan berkas atau surat pernyataan untuk ditandatangani warga agar melepaskan lahan mereka.
Awaludin salah seorang petani mengaku tidak habis fikir dengan kebijakan yang diambil oleh Pemkot Pagaralam. Dirinya berharap ada kepastian berapa lahan dan tanam tumbuh warga akan dihargai.
“Kah berape nian permeter tanah kami ni diganti,” tanya Awaludin mengeluh dalam keputusasaan.
Sementara itu Feri warga dusun Jokoh Kelurahan Jokoh, menyesalkan lambannya Pemkot Pagaralam dalam urusan ganti rugi lahan milik warga yang terimbas pembangunan proyek Irigasi.
“Sangat disayangkan saja, karena hal ini dibiarkan berlarut larut,” sesalnya.
Sementara itu, Repi Mustofa Ketua RW Pelang Kenidai yang muncul di tengah tengah pertemuan, meski sebelumnya tidak dapat undangan mengkritisi pembangunan saluran Skunder yang dinilai telah menyengsarakan masyarakat Jokoh dan Plang Kenidai. “Akibat pembangunan ini, sawah dan sumber mata air di Jokoh dan Plang Kenidai tercemar oleh lumpur. Kisaran 125 hektar sawah warga Plang Kenidai terancam gagal tanam sedangkan puluhan hektar sawah warga Jokoh terancam gagal panen,” bebernya.
Menurut Repi, belum tentu pembangunan Irigasi ini dalam dua tahun selesai dan bisa dinikmati masyarakat. “Sedangkan masyarakat sudah menderita,” pungkasnya
Editor : Zadi
Lahat Hotline





