Author : Azhari
MUARA ENIM, LhL – Sebagaimana diketahui bahwa, dalam RPJM nasional 2015-2019 pemerintah telah menetapkan Visi pembangunan Nasional yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat Mandiri dan kepribadian berlandaskan gotong royong ini diwujudkan melalui tujuh misi pembangunan Nasional dan didukung oleh 9 agenda pembangunan yang kita kenal dengan Nawacita.hal ini ini disampaikan oleh bupati Muara Enim H Ir. Muzakir Saisohar dalam paparan kata sambutannya Rapat Paripurna Istimewa Ke III DPRD Kabupaten Muara Enim Dalam Rangka Memperingati HUT Kabupaten Muara Enim Ke – 71 Tahun 2017 di gedung DPRD Kabupaten Muara Enim
Menurut Muzakir dalam implementasinya, visi dan misi pembangunan nasional ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Muara Enim yaitu mewujudkan masyarakat Kabupaten Muara Enim yang sehat Mandiri agamis dan sejahtera di bumi serasan sekundang serta misi Kabupaten Muara Enim.
“1. Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, 2. Melaksanakan reformasi birokrasi, 3. Meningkatkan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal, 4. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kelestarian lingkungan hidup”, terangnya.
Dalam mewujudkan visinya, Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama masyarakat dan dunia usaha secara bersinergi senantiasa menggali potensi sumber daya alam yang ada secara optimal untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan.
“Pembangunan di Kabupaten Muara Enim”, terangnya
Diungkapkan Muzakir, beberapa indikator makro kinerja Pemerintah Kabupaten Muara Enim dapat disampaikan, yaitu Indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Muara Enim tahun 2016 mencapai 66,71% meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 65 koma 82%. Lalu kemiskinan di Kabupaten Muara Enim menurun dari 14 koma 54% di tahun 2015 menjadi 13 koma 56% di tahun 2016 dan PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2016 mencapai Rp 42 koma 63 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 32, 89 triliun”, tandasnya
Kabupaten Muara Enim, dikatakan Muzakir, terletak di jantung Provinsi Sumatera Selatan dan berbatasan dengan 10 kabupaten atau kota di Sumatera Selatan dan provinsi Bengkulu khususnya Kabupaten Kaur Kabupaten Muara Enim memiliki luas wilayah 748306 km2 terdiri dari 20 Kecamatan 245 desa dan 10 Kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 609607 jiwa.
“Dan pertumbuhan penduduk tahun 2016 mencapai 1,53%”, bebernya.
Juga kata dia, selain dari sektor pertambangan Kabupaten Muara Enim memiliki potensi yang cukup besar dari sektor pertanian.
“Dalam arti luas dengan total luas perkebunan karet mencapai 149276 hektar, perkebunan kelapa sawit 228 10 hektar perkebunan kopi 2 3449 5 hektar dan padi sawah 45838 hektar”, urainya.
Dikesempatan itu juga Muzakir mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat sipil kepolisian, TNI dan seluruh ASN dan non ASN yang mengabdikan diri di Kabupaten Muara Enim dan telah berpartisipasi aktif dan bersama-sama pemerintah Kabupaten Muara Enim mewujudkan kondisi yang kondusif serta melaksanakan pembangunan.
“Kami sangat berterima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah berjuang membangun Kabupaten Muara Enim”.ucapnya.
Disebutkan Muzakir, beberapa pembangunan yang diperoleh Kabupaten Muara Enim tahun 2017 antara lain, 1. Piala Adipura Buana ke-12 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2. Piala Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang ke-7, 3. Pangripta Nusantara 2017 dari Bappenas, 4. Pangripta Sriwijaya 2017 dari gubernur Sumatera Selatan penghargaan atas opini wajar tanpa pengecualian WTP dari BPK RI tahun 2016 yang ketiga, 5. Opini dengan nilai wajar tanpa pengecualian WTP keempat kalinya dari BPK Republik Indonesia.
“Dan yang ke 6. Sertifikasi akreditasi Paripurna RSUD Haji Muhammad rabain Muara Enim dari Komisi akreditasi Rumah Sakit (KRS)
7. Juara satu tenaga kesehatan teladan kategori guru imunisasi TK Provinsi Sumatera Selatan tahun 2017″, tutupnya.
Editor : Zadi
Lahat Hotline






