Author : Zadi
PAGARALAM, LhL – Dunia jurnalis acapkali tercoreng dengan ulah dan tingkah seseorang yang mengaku sebagai wartawan, karena seorang wartawan yang menjalankan profesinya pasti menggunakan etika dan tidak serampangan ketika menghubungi atau mendatangi seorang narasumber untuk pemberitaannya.
Pendapat iymtu seperti yang dijelaskan oleh Bron Laksana dari Diskominfo Pagaralam, ketika menjawab pertanyaan salah seorang peserta seminar yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pagaralam.
“Katanya wartawan itu sopan dan beretika, kenapa yang datang ke tempat kami jauh berbeda.?”, tanya seorang peserta.
Diungkapkan Bron, wartawan yang sedemikian adalah wartawan yang sering diistilahkan wartawan Abal Abal atau bodreks.
“Wartawan yang seperti ini bekalnya hanya tanda pengenal atau ID Card, karena wartawan yang sejati tentu identik dengan karya jurnalistik atau tulisan. Nah, jangan jangan yang seperti itu (Abal Abal) tidak pernah menulis berita, modalnya hanya tanda pengenal”, katanya, Minggu (29/10/17).
Dilanjutkan Bron, wartawan itu haruslah smart alias pintar dalam setiap kali melakukan tugas dalam peliputannya.
“Kalau nulis saja tidak becus, inilah yang disebut wartawan abal-abal”, tutup Bron.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





