Auhor : Azhari
MUARAENIM, LhL – Perusahaan Air Minum (PDAM) Lematang Enim yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Muara Enim, yang diketahui selama ini menggunakan tawas untuk penjernihan air yang keruh demi pelayanan terbaik terhadap para pelanggan. Untuk itu, apakah sudah saatnya untuk mengunakan Aluminium Chlorhide (PAC)..?, karena kekeruhan air baku kini sudah sangat melebihi kapasitas kekeruhanya
Dengan permasalahan, itu Direktur PDAM Tirta Enim Muara Enim Sartono menanggapinya pada Rabu malam,(23/8) di hotel Grand Zuri Muara Enim. Menurut Sartono, bila menggunakan PAC bisa dapat mengatasi keseluruhan air untuk supply kepada pelanggan.
“Menfatasi kekeruhan air selama ini, dibutuhkan sebesar 600 Nephelomatric Turbidity (NTU) mengunakan tawas, namun sekarang sudah meningkat sebesar 6000 NTU, dan ini tentu tidak bisa diatasi dengan menggunakan tawas”, terangnya.
Lanjut dia, untuk penggunaan Pac akan menambah beban PDAM, karena harga Pac untuk perkilogramnya mencapai Rp 25.000,- . Sedangkan untuk kebutuhan PDAM bisa satu ton dalam satu harinya.
“Bayangkan bila dikalikan uangnya bisa mencapai Rp 25 juta, hanya dalam satu hari”, tandasnya
Sementara beban hutang PDAM terhadap bank dunia yang harus dibayar, imbuhnya, itu sebesar Rp. 300 M dalam setahunnya. Sedangkan bantuan hibah pada tahun 2015 lalu dari kementrian PU pusat sebesar Rp 5.9 M telah selesai di tahun 2016 untuk di tahun 2017 PDAM belum pernah menggunakan dana APBD dan tunggakan hutang sudah sebesar Rp 21 M.
“Dalam kepemimpin saya selama ini, PDAM mengunakan biaya sendiri untuk produksi dan operasional tanpa bantuan dana APBD meski ini milik Perusda”, beber Sartono.
Meski demikian, lanjutnya, pihak PDAM akan selalu berupaya keras untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pelanggan.
“Ya kami akan tetap memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pelanggan”, tutup Sartono.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





