Author : RIADI
LAHAT, LhL – Keinginan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mewujudkan zero asap dari kebakaran lahan sepertinya akan menghadapi kendala yang cukup berat. Pasalnya sudah ada beberapa lahan yang tersebar di beberapa Kabupaten Kota di Sumatera Selatan yang terbakar dalam waktu satu bulan terakhir. Hal ini disampaikan langsung Kour Pencegahan dan Deteksi Dini Karhutla Manggala Agni Daops Lahat (Balai PPIKHL Wilayah Sumatera) Andi Setiawan, Jumat (28/07/2017).
“Sudah terjadi kebakaran seperti di Muara Belida Muara Enim sudah kebakaran Lima hari yang lalu. Tim kita sudah melakukan pemadaman dan sosialisasi ke masyarakat,” ungkap Andi.
Dikatakan Andi, untuk itulah untuk mencegah terjadi kebakaran atau pembakaran hutan dan lahan di daerah lain terutama Lahat, pihaknya terus melakukan segala upaya dan berkoordinasi dengan tim pemantau lainnya. “Kami terus berikan himbauan dan sosialisasi ke masyarakat oleh tim terpadu maupun kegiatan, agar jangan membakar, sudah sering kita lakukan,” jelasnya.
Namun memang, sebut Andi, kendalanya adalah adanya larangan pasti ada solusinya. Saat ini pemerintah berupaya mencari solusinya.
“Sebagian daerah sudah ada solusi dalam pembukaan lahan tanpa harus membakar. Tapi karakteristik budaya masyarakat setiap daerah berbeda, sehingga penerapan solusi setiap daerah juga akan berbeda,” ujarnya.
Diteruskan Andi, bagi pihaknya, ada baiknya jika pemerintah daerah dan pusat harus bersama sama mencari solusi Pembukaan lahan tanpa bakar. “Jika sudah ditemukan solusi yang tepat harap dilakukan sosialisasi secara serius agar kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan,” tegas Andi.
Saat ini, tambah Andi, kondisi tidak kondisif ada di Kabupaten Pali. Hotspot yang terpantau dan memang.
“Ada beberapa titik hot spot di Kabupaten pemekaran dari Muara Enim ini,” imbuhnya.
Akan tetapi untuk masyarakat ketahui, dikatakan Andi bahwa membakar lahan dengan sengaja jelas ada sanksinya dan di proses hukum. “Seperti di Pali ini kondisi sosial masyarakatnya lagi memanas pak, semenjak masyakatnya ada di proses hukum, anggota kita berusaha mencari posisi yang netral dan lebih banyak pendekatan secara emosional dengan masyarakat di sana, Kalau sepengetahuan saya, dalam 1 minggu ini di PALI ada 2 dan di Musi Rawas 1 yang di proses hukum. Itu info dari tim kita di lapangan. Sementara yang di Muara Belida saya belum ada infonya, yang kebakaran 5 hari yg lalu apa sampai proses hukum atau tidak,” beber Andi dengan sangat jelas dan rinci.
“Untuk itu kami benar benar berharap pada seluruh pihak baik pemerintahan maupun masyarakat umum dan petani agar lebih peduli dan tidak memandang sebelah mata persoalan ini. Kita harapkan masyarakat terutama petani akan semakin mengerti persoalan ini,” pungkasnya.
Editor : YADI
Lahat Hotline






