Author : RIADI
LAHAT, LhL – Adanya perubahan data penerimaan beras sejahtera (rastra) yang terjadi di seluruh sub divre Badan Urusan Logistik (Bulog), akhirnya sedikit menimbulkan kendala bagi jatah rasa di masyarakat. Dimana sebelumnya pihak Bulog memakai data based tahun 2011, dan sekarang sudah diperbarui dengan data based tahun 2015 yang didata oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tiap kabupaten kota se Indonesia.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Ulu Musi dan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang misalnya. Akibat adanya perubahan data 2011 ke data 2015 yang pendataannya dilakukan oleh pihak BPS Kabupaten Empat Lawang, terpaksa kedua kecamatan di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini belum bisa menerima jatah beras sejahtera (rastra) atau sebelumnya disebut beras miskin (raskin) di tahun ini.
Hal tersebut disampaikan langsung Kapala Bulog Sub Divre Lahat Agus Mulyawan. Bahkan, kata Agus, dari Enam Kabupaten Kota yang ada dibawah naungan Bulog Sub Divre Lahat, hanya dua Kecamatan ini saja yang hingga detik ini belum bisa menerima haknya.
“Dari Enam Kabupaten Kota yaitu Lahat, Muara Enim, PALI, Empat Lawang, Pagar Alam dan Prabumulih hanya Kabupaten Empat Lawang yang bermasalah, dan itu pun hanya dua Kecamatan di Kabupaten Tersebut yaitu Kecamatan Ulu Musi dan Sikap Dalam,” jelas Agus.
Dalam memberikan jatah beras sejahtera inipun, sambung Agus, pihaknya mengeluarkan berdasarkan data based Rumah Tangga Miskin (RTM) dari pusat untuk Kabupaten Empat Lawang sendiri.
“Adanya perubahan data dari pihak Badan Pusat Statistik atau BPS dalam hal ini BPS Empat Lawang yang kemudian diberikan ke pusat dan diturunkan kepada Bulog inilah yang kemungkinan menimbulkan masalah di tengah masyarakat. Dimana kemungkinan adanya nama yang di tahun 2016 lalu dapat namun di tahun 2017 ini namanya sudah tidak dapat lagi,” ungkap Agus.
Akan tetapi, menurut dia, untuk Kecamatan Ulu Musi sudah ada komunikasi terakhir, pihak Kecamatan Ulu Musi akan segera menyetorkan uang untuk mengambil jatah beras sejahtera untuk masyarakat Ulu Musi.
“Komunikasi terakhir dari Kecamatan Ulu Musi, rencananya akan segera mengambil jatah beras untuk masyarakatnya. Mungkin permasalahan internal di Kecamatan Ulu Musi sudah menemui titik terang,” imbuhnya.
Dijelaskan Agus, untuk Kabupaten Kota lainnya tidak ada masalah, bahkan sudah ada yang tersalurkan sekitar 80% yaitu Kota Prabumulih.
“Karena kasihan melihat masyarakat yang membutuhkan beras ini, kami berharap pihak Kecamatan Sikap Dalam agar kiranya segera mengambil langkah yang tepat dandaagar bijak agar beras yang sudah ditunggu masyarakat ini bisa segera disalurkan,” tukasnya.
Sementara pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Empat Lawang belum bisa dihubungi hingga berita ini diterbitkan.
“Kita harap semua pihak terkait data data tersebut, agar segera menyelesaikannya, sesuai dengan data RTM yang ada di desa, supaya nantinya rastra jatah dua kecamatan itu dapat segera didistribusikan”, tandasnya.
Sebagai informasi tambahan, saat ini untuk Kabupaten Empat Lawang persentase penyaluran beras sejahtera masih cukup rendah yaitu hanya sekitar 56% saja, dengan Dua kecamatan yang sama sekali belum mengambil jatah berasnya.
Editor : YADI
Lahat Hotline






