KIMTIM, LhL – Meskipun di himpit oleh Beberapa PT atau perusahaan namun masih tetap mejadi desa tertinggal dalam kemajuan pembangunan, tak seperti yang nampak pada desa desa lainnya yang sudah berkembang, hal ini terlihat kurangnya pembangunan terlebih pada akses jalan yang sampai saat ini sama sekali belum tersentuh oleh pembangunan, itupun terlihat pada jalan poros desa yang masih berupa tanah liat dan jembatan terbuwat dari kayu dan besi seandainya saja.
Walau dekat dengan beberapa PT diantaranya, PT, MEDCO ENERGI SOKA, PT MHP, LONSUM dan PT EKAJAYA, namun desa ini tak pernah mendapatkan perhatian dari beberapa PT tersebut, apalagi dari semenjak berdirinya Dusun Trans Sos, hingga kini tak pernah mengadakan sosiallisasi antara PT dan pemeritah desa setempat.
Ini yang disampaikan oleh pemritah desa bersama beberapa tokoh masyarakat, Trans Sos dusun dua Desa Batu Urib Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat.
Selaku pemerita desa, Susanto ( 49 ) membenarkan adanya tentang suara dari masyarakatnya, yang menginginkan adanya perhatin dari beberapa PT dan pihak pihak yang terkait.
“Inipun saya sampaikan agar desa kami dapat terlihat maju nantinya, seperti desa desa lain yang saat ini sudah ada kemajuannya, ” ujarnya.
Masih di tempat yang sama, masyarakat pun meyampaikan harapkan mereka sekiranya pihak perusahaan dan pemerintah dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat selama ini agar desa dapat terlihat maju dan berkembang.
Sabran ( 43 ) sebagai warga ia mewakili seluruh masyarakat menuturkan, keadan jalan yang ada di desanya, saat di musim penghujan, kami selalu melakukan kegiatan bergotong royong menimbun jalan serta meperbaiki jembatan dengan cara dan peralatan seadanya, itu terpaksa Sabran lakukan bersama seluruh warga agar mereka dan anak anak dapat melintasi jalan jalan yang penuh lumpur dan berlobang.
”Itupun kami lakukan agar dapat melakukan aktipitas berteranspostasi, terlebih lagi kami mengingat jalan inilah yang menjadi satu-satunya bagi anak-anak kami yang ingin melakukan aktipitas menuntut ilmu. Sebab putra-putri kami banyak yang melanjutkan pendidikan, ke tingkat SMP dan SMA di desa tetangga, jadi mau tidak mau kami semua harus bergontoroyong agar anak anak kami dapat pergi bersekolah,” cetus Sabran mewakili masyarakat Trans sos.
Naskah / Photo (Sonny)
Editor (Yadi)
Lahat Hotline






