Home / LAHAT METROPOLIS / Kecamatan Pagar Gunung / DEMI KEBUTUHAN KELUARGA, INI YANG DILAKUKAN IBU-IBU “PERKASA” DI DESA MERINDU

DEMI KEBUTUHAN KELUARGA, INI YANG DILAKUKAN IBU-IBU “PERKASA” DI DESA MERINDU

PAGAR GUNUNG, LhL – Apa hendak dikata, di saat masyarakat tengah mengalami kesulitan dalam mencari reseki demi untuk mendapatkan kebutuhan dalam rumah tangga, masyarakat pun harus melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan pokok. Kendati dirasa berat bagi ibu-ibu rumah tangga, yang mayoritas bersuamikan seorang petani ini di Desa Merindu, Kecamatan Pagar Gunung harus sanggup meneteskan keringat, banting tulang mencari batu untuk dijual.

Seperti yang terpantau oleh tim LhL di lapangan, yang mana puluhan ibu-ibu petani di desa itu harus rela melakukan pekerjaan yang berat bagi mereka, Namun karena dituntut oleh kondisi kebutuhan pokok ekonomi yang semakin mendesak, mereka masih sanggup melakukan pekerjaan itu.

Baca Juga  USAI UPACARA, SMAN 1 PAGUN HELAT BERBAGAI LOMBA

IMG-20160808-WA0017

Hasil penelusuran LhL, di ketahui pekerjaan yang telah di lakukan para ibu petani ini, adalah mengambil batu di Sungai Air Pinang, yang kemudian dijual lagi untuk merehap jalan setapak menuju kebun petani Desa Merindu. Dalam proses pengambilan batu ini, ibu~ibu “perkasa” ini juga harus menempuh jarak sekitar 100 meter lebih dari desa mereka dengan berjalan kaki.

Hanil (43), salah satu ibu petani ini mengaku masih bisa dan mampu melakukan pekerjaan ini, meskipun ini sangat berat baginya, Tapi menurut dia, semua ini dilakukannya tidak lain adalah untuk membantu suami mencari nafkah demi kebutuhan keluarga. “Meskipun ini cukup berat untuk kita lakukan, tapi kita tetap semangat. Karena setidaknya ini bisa menambah kebutuhan dalam berumah tangga”, katanya, sENIN (8/8).

Baca Juga  HADORI BERHARAP, PUSKESMAS PAGUN TERAKREDITASI DI AKHIR 2017

Setelah mengumpulkan batu yang ada di sekitar sungai tersebut, ibu-ibu ini membawanya dengan menggunakan alat sederhana seperti kinjar. Dengan kinjar yang sudah terisi batu tersebut, ibu-ibu ini kemudian secara beriringan membawanya ke desa. “Mau tidak mau. Ini harus kami lakukan, karena dengan mennual batu ini kebutuhan hidup sehari-hari masih merasa terbantu. Coba kalau tidak ada bangunan jalan setapak di desa kami, seperti selama ini, kami hanya menganggur saja dan tidak pemasukan untuk membantu membiayai kebutuhan keluarga”, ungkap Hanil, menambahkan.

Photo/Naskah : (MAN)

Check Also

BUPATI DAN WABUP SHOLAT JUM’AT BERSAMA MASYARAKAT DESA KARANG AGUNG

Author : Jang LAHAT, LhL – Usai menghadiri kegiatan silaturahmi di halaman Kantor Camat Pagar …

SMM Panel

APK

Jasa SEO