Home / LAHAT METROPOLIS / Kecamatan Kikim Selatan / “LUNJUK” MENYIMPAN RIBUAN KISAH MISTIS …..!

“LUNJUK” MENYIMPAN RIBUAN KISAH MISTIS …..!

KIKIM SELATAN, LhL – Di Kabupaten Lahat hampir setiap daerah memiliki peninggalan bersejarah yang sampai saat ini masih di kramatkan oleh masyarakat setempat karena memiliki khasiat tersendiri bagi masyarakat itu yang berasal dari daerah itu sendiri.

Exif_JPEG_420
Exif_JPEG_420

Salah satunya, di desa Karang Cahaya dan Pagardin. Yang mana di desa tersebut terdapat peninggalan zaman dahulu berupa rumah kecil yang konon menyimpan ribuan cerita mistis. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama “LUNJUK” yang berukuran kurang lebih satu meter persegi, bertiang satu dan tinggi kurang lebih dua meter dan mempunyai satu pintu. Anehnya, kendati dinding dan tiangnya hanya terbuat dari kayu, namun sejak zaman dulu, hingga sekarang tidak mengalami patah atau rusak.

Menurut keterangan Sahidin, salah seorang Ketua Adat desa setempat mengatakan, asal muasal dari Lunjuk itu sendiri adalah sejarah seorang pengembara yang bernama Anak Dalam Muare Bengkulu. Yang konon ceritanya mempunyai istri bernama Fatimah seorang perempuan berdarah Jawa Banten. Pasangan ini,  kemudian mempunyai 3 orang anak. Anak yang pertama bernama Putri Sanggul Begelung, anak kedua Putri Ranje Rari, dan anak bungsu diberi nama Riye Matianyut. “Untuk anak pertama menguasai pegunungan, sedangkan anak ke dua menguasai dataran rendah (tempat lunjuk ini) dan anak terakhir penguasai lautan,” bebernya.

Baca Juga  Berikan Makan Tambahan, Desa Pagardin Kikim Selatan Adakan Posyandu

Lunjuk ini sendiri, diterangkan Sahidin. Adalah tempat berkumpulnya atau tempat persinggahan anak-anak dari Anak Dalam Muare Bengkulu. “Kalau anak-anak dari Anak Dalam Muare Bengkulu ini, pulang atau kumpulnya. Ya disini lah,” ceritanya.

Tempat ini, Sahidin mengisahkan. Masih dikeramatkan oleh masyarakat desa ini, karena sudah banyak yang terbukti membuahkan hasil, akan tetapi orang yang bukan keturunan desa ini tidak dapat berpinta akan suatu keinginan. “Kalau masyarakat desa ini bisa di kabulkan keinginan, tapi harus ada Nazarnya (Mahar) dan harus merantau. Kalau tidak merantu,  juga tidak akan di kabulkan. Sebaliknya, kalau untuk orang yang bukan keturunan desa ini, tidak bisa dikabulkan atas keinginan yang dipintanya,” ujarnya.

Baca Juga  Wako Pagaralam Berharap, Pemuda Lebih Mengenal dan Melestarikan Budaya Sendiri

Selain itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sunarsin asal desa Pagardin juga mengungkapkan, dirinya sering melihat orang memotong kambing atau sapi di lokasi Lunjuk ini. “Aku sering melihat orang desa ini yang sudah berhasil merantau, lalu kalau pulang ke kampung halaman mereka memotong kambing atau sapi di lokasi Lunjuk ini, dan itu tandanya berhasil bepinta (Berkeinginan di sampaikan ke lunjuk ini),” pungkasnya.

 

Naskah / photo (Jek)

Check Also

“Nak Ngaleh Ase”, Masyarakat Kikim Selatan Antusias Sambut Kedatangan Yulius Maulana

Author : Ujang LAHAT, LhL – Seakan tak ingin membiarkan Yulius Maulana dan rombongan lewat …

SMM Panel

APK

Jasa SEO