Author : Darmawan
LAHAT, LhL – Ditembak matinya Bobi pelaku kejahatan lintas provinsi, yang dikenal sadis dalam setiap aksinya yang tak segan segan melukai bahkan membunuh korbannya meninggalkan cerita sendiri bagi warga Desa Mengkenang, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat juga pihak keluarganya.
Dari tindak kejahatan dilakukan tersangka Bobi ini sudah dianggap meresahkan, bahkan beberapa upaya untuk menyadarkan Bobi telah ditempuh keluarga salah satunya sampai sampai pihak keluarga meminta Kades setempat untuk bisa menasehati tersangka ini.
Namun dari pengakuan Kades Desa Mengkenang Yong Mitingli, dirinya sudah berusaha untuk menasehati tersangka bahkan pemanggilan terhadap tersangka sudah dilakukan. Namun niatan menasehati tak kesampaian karena tersangka selalu saja menghilang dari desa.
“Pernah kita panggil, tersangka tidak datang. Tersangka ini sudah sangat meresahkan, dan tindak tanduknya semakin meresahkan setelah dia (tersangka, red) kami ketahui pernah mendekam di penjara dan diketahui kembali kabur,” terang Yong, Senin (2/4/18) sore.
Ditambahkan Yong, terkait penangkapan tersangka dirinya juga mengetahui setelah tersangka dilumpuhkan petugas, dan usaha penangkapan bukan sekali dua kali dilakukan pihak kepolisian, namun tersangka berhasil lolos.
“Lah sering nak ditangkap dan dak dapat dapat dan akhirnyo hari ini (Subuh, red) anggota Reskrim Polres Lahat berhasil nangkapnyo, yang kabar aku dapat dio ditembak petugas kepolisian karno nembak polisi dengan senjata api rakitan,” ujarnya.
Atas penangkapan tersangka tentunya Kades Mengkenang bersama warganya sangat mengapresiasi kinerja Polres Lahat dalam hal ini Reskrim Polres Lahat. “Kita apresiasi kinerja Reskrim Polres Lahat, atas dilumpuhkannya tersangka ini,” jelasnya.
Sementara istri tersangka Neli (24) menceritakan dirinya tidak menduga bakal mendapati suaminya tewas dalam baku tembak suaminya dengan polisi. Dikatakan Neli, dirinya sejujurnya belum ikhlas atas kepergian suaminya terlebih dirinya nanti bakal menghidupi buah cintanya dengan Bobi yang masih berusia sembilan bulan.
“Kalau untuk sekarang aku masih belum ikhlas kak, tapi apo boleh buat inilah yang terjadi,” ujarnya sembari menitikkan air mata.
Lebih lanjut dikatakan Neli, dirinya sungguh tidak mengetahui sepak terjang yang dilakukan suaminya karena suaminya jarang pulang ke rumah. Namun dirinya tidak menapik kalau suaminya memang terbilang pemarah di dalam rumah tangganya.
“Aku bener bener dak tau kak apo yang diperbuat laki aku, almarhum jugo jarang balek ke rumah, kalau pemarah aku akui dio memang pemarah,” ungkapnya sembari menyeka air matanya.
Terkait ditembak matinya tersangka ini Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Ginanjar Aliyasukma SIK memberikan santunan berupa bahan pokok bagi keluarga yang ditinggalkan.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





