Author : Riadi
EMPAT LAWANG, LhL – Bencana alam Gempa Bumi yang mengguncang Pulau Jawa, termasuk kota Yogyakarta. Ternyata juga berdampak pada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Empat Lawang, Kipli Ibrahim, yang akhirnya menyebabkan Kipli tutup usia, Minggu (17/12) di RS Bethesda Yogyakarta, sekitar pukul 11.15 WIB.
Almarhum meninggal dunia, setelah mendapatkan perawatan medis di RS Bethesda Yogyakarta, karena ditemukan pingsan di dekat pintu lift sebuah hotel yang ada di kawasan Ambarukmo Yogyakarta ketika terjadi gempa bumi yang juga dirasakan masyarakat Yogyakarta.
Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah, melalui Kabag Humas dan Protokol Franky menjelaskan, almarhum berada di Yogakarta, dalam rangka kedinasan mengikuti kegiatan Sosialisasi Transfer Dana ke Daerah dan Dana Desa (2018) hingga Jumat (15/12). Karena kegiatan tersebut baru selesai sore hari, almarhum belum bisa langsung pulang dan berencana pulang ke Empat Lawang pada Sabtu (16/17).
Namun naas, sekitar pukul 23.04 WIB, bencana alam Gempa Bumi yang cukup kuat mengguncang Pulau Jawa, termasuk kota Yogyakarta. Diduga, saat kejadian Kipli panik dan mencoba menyelamatkan diri untuk keluar hotel secepatnya.
Kipli pun akhirnya ditemukan dalam keadaan pingsan, selanjutnya dievakuasi oleh petugas hotel ke RS Bethesda Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan medis.
“Hasil diagnosa awal oleh tim Dokter, ada penyumbatan di bagian otak sebelah kiri. Kemungkinan disebabkan karena kaget saat terjadinya guncangan gempa, Kipli pun menderita sakit Diabet,” jelas Franky.
Sebagai informasi, Kipli Ibrahim meninggal dunia pada usia 52 tahun. Sebelum menjabat sebagai Kepala DPMDP3A, Kipli pernah menjabat sebagai Camat Tebing Tinggi dan Kepala Inspektur Inspektorat Kabupaten Empat Lawang.
Editor : Zadi
Lahat Hotline





